Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Natal dan Tahun Baru

Pasokan Daging Ayam, Babi, dan Telur di Karangasem Mulai Langka Jelang Perayaan Tahun Baru 2021

Jelang tahun baru 2021, pasokan daging ayam,  daging babi, serta telur mulai menipis  di beberapa Pasar di Karangasem.

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Subagan, Senin (28/12/2020). Pemantauan harga dipimpin langsung Kepala Dinas. 

TRIBUN-BALI.COM,  AMLAPURA - Jelang tahun baru 2021, pasokan daging ayamdaging babi, serta telur mulai menipis  di beberapa Pasar di Karangasem.

Seperti di Pasar Subagan, Pasar Amlapura Barat, dan Pasar Amlapura Timur, Kecamatan Karangasem.  

Kondisi ini terjadi sebelum  Natal hingga hari ini.

I Ketut Kari, penjual  telur di Pasar Subagan, mengungkapkan, pasokan telur menipis sejak dua minggu lalu.

Baca juga: Jelang Tahun Baru, Harga Daging Ayam di Bali Capai Rp 50 Ribu, Pedagang di Karangasem Kelabakan

Pemicunya karena jumlah ayam petelur  berkurang.

 Kiriman bibit dari Jawa hingga sekarang belum datang,  sehingga peternak sedikit kesulitan untuk memenuhi kebutuhan di pasar.

"Sekarang setiap pedagang (telur) hanya membawa 25 - 30 terai per hari. Biasanya, saat pasokon telur banyak, setiap dagang bawa minimal 50 terai,"ungkap Kari saat di teemui di Pasar Subagan, Senin  (28/12/2020) siang.

Akibat minimnya pasokan, otomatis harga telur per terainya alami peningkatan.

 Untuk telur super naik dari Rp 44 ribu menjadi Rp 50 ribu, telur kecil meningkat dari Rp 38 ribu menjadi Rp 40 ribu, dan telur sedang naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 43 ribu.

Kemungkinan harga ini terus naik jika pasokan sedikit.

Kondisi serupa juga dialami penjual daging ayam dan babi.

Fatonah, penjual daging ayam, mengaku, pasokan daging ayam makin langka.

Pemicunya karena jumlah ayam potong sedikit, berkurang.

Minimnya  pasokan dari Jawa jadi pemicu berkurangnya pasokan di beberapa pasar di Bumi Lahar.

Baca juga: Harga Babi Meroket Jelang Akhir Tahun, Sentuh Harga Rp 90 ribu Per Kilogram

"Pedagang daging ayam semua mengeluh  karena pembeliannya dibatasi. Pedagang daging ayam di jatah tiap harinya. Sekarang pedagang hanya dapat 25 kilogram setiap hari,"ungkap Fathonah.  

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved