Berita Politik
Sapu Bersih Pilkada, PKB Gelar Tumpengan Bersama DPC se-Bali, Target Rebut Kursi di Pileg 2024
Ketua DPW PKB Bali, H. Bambang Sutiyono alias Bang Yono mengatakan bahwa pihaknya mengaku bersyukur dengan jalannya Pilkada Serentak 2020 yang sudah
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Kemudian di Pilkada Karangasem yakni, Gede Dana-Wayan Artha Dipa (Nadi), dan di Pilkada Bangli, yakni Sang Nyoman Sedana Arta-Wayan Diar (Sadia).
“Dan lima pendukung sapu bersih semuanya menang,” tambahnya.
Bang Yono juga mengaku bahwa pihaknya juga mengapresiasi kinerja para kader PKB di seluruh Bali yang sudah bahu-membahu memenangkan Pilkada.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras kader yang sudah bahu-membahu bekerja keras” paparnya.
Ia mengaku bahwa kemenangan tersebut membuat pihaknya optimis menatap berbagai hajatan politik di depan mata, seperti Pilkada Buleleng pada 2022, Pilkada Gianyar, Pilkada Klungkung, serta Pilgub di 2024. Dan juga Pileg dan Pilpres 2024.
“Kita semakin optimis, ini karena mesin kami sudah panas saat Pilkada kemarin,” paparnya.
Saat disinggung mengenai Pilkada Buleleng sendiri, Bang Yono menjawab secara diplomatis.
Ia mengaku bahwa pihaknya masih akan melakukan inventarisasi terkait tokoh-tokoh yang akan diusung.
Apalagi, dengan hanya memiliki satu kursi di DPRD Buleleng membuat pihaknya harus berkoalisi apabila ingin ikut bertarung di Pilkada.
“Karena kira-kira masih dua tahun lagi, jadi kita inventarisir dulu siapa yang cocok dan pantas, lalu kan kita mju dengan siapa dulu, itu kan lewat komunikasi nanti,” ujarnya.
Pun begitu, pihaknya berharap di Pemilu 2024, PKB Bali dapat meningkatkan kursi di Bali, baik di DPRD kabupaten/kota ataupun provinsi.
Bahkan, untuk kursi DPR RI Dapil Bali sendiri, pihaknya berharap mampu mencuri satu kursi dari Bali.
Ia beralasan bahwa saat Pemilu 1999 PKB mampu menyumbangkan satu kursi ke DPR RI Dapil Bali.
Saat itu, PKB berhasil mengantarkan KH. Machrus Usman ke Senayan dari Bali.
Apalagi, jatah kursi dari Bali sendiri berjumlah 9 kursi.
“Karena eksekutif dan legislatif ini menjadi satu tumpuan partai, kita tidak bisa bergerak tanpa ada sinergi dari eksekutif,” akunya. (*)