Berita Bali
Periode November 2020, Kinerja Perdagangan Luar Negeri Provinsi Bali Meningkat secara Month to Month
Nilai ekspor barang Provinsi Bali ke luar negeri pada periode bulan November 2020 tercatat meningkat 3,25 persen (m-t-m), dari US$ 40.458.024
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Nilai ekspor barang Provinsi Bali ke luar negeri pada periode bulan November 2020 tercatat meningkat 3,25 persen (m-t-m), dari US$ 40.458.024 pada bulan Oktober 2020 menjadi US$ 41.772.255 pada bulan November 2020.
Bila dibandingkan dengan bulan November 2019 (y-o-y), nilai ekspor Bali bulan November 2020 tercatat turun sedalam -18,12 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya dalam acara rilis berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan secara live di YouTube BPS Provinsi Bali pada Senin (4/1/2021).
Hanif Yahya menyebutkan, secara kumulatif, nilai ekspor barang Provinsi Bali periode Januari hingga November 2020 tercatat sebesar US$ 414.382.506, turun -24,08 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 545.817.493.
Baca juga: Inflasi Kota Denpasar 0,2 Persen dan Kota Singaraja 0,37 Persen, Ini Rinciannya dari BPS
"Dari lima besar negara tujuan ekspor Bali, nilai Ekspor ke Taiwan tercatat naik paling tinggi di bulan November 2020 (m-t-m), yakni setinggi 52,60 persen.
Peningkatan ini disebabkan terutama karena naiknya ekspor produk ikan dan Udang (HS 03)," ujar Hanif Yahya.
Dan searah dengan ekspor Bali, Ia menjelaskan bahwa kinerja impor Provinsi Bali pada bulan November 2020 juga menunjukkan peningkatan.
Nilai impor barang Provinsi Bali dari luar negeri bulan November 2020 tercatat sebesar US$ 3.969.318, naik 13,76 persen dibandingkan bulan Oktober 2020 (m-t-m) yang tercatat US$ 3.489.288.
Dan secara year on year, nilai impor Provinsi Bali bulan November 2020 tercatat menurun sedalam -83,11 persen.
Ia menuturkan bahwa secara kumulatif, nilai impor pada periode Januari-November 2020 tercatat sebesar US$ 78.924.060, turun -67,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar US$ 243.954.777.
Serta dari lima besar negara asal impor, nilai impor dari Tiongkok tercatat mengalami peningkatan paling tinggi yakni sebesar 111,97 persen (m-t-m) yang terutama disebabkan oleh naiknya impor komoditas barang-barang dari kulit (HS 42).
"Dari perkembangan ekspor dan impor yang terjadi selama bulan November 2020 terjadi surplus neraca perdagangan untuk Bali sebesar US$ 37,80 Juta," ungkap Hanif Yahya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-bps-provinsi-bali-hanif-yahya-dalam-acara-rilis-berita-resmi-badan-pusat-statistik-bps.jpg)