Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

WIKI BALI

WIKI BALI - Museum Bali, Kombinasi Arsitektur Pura dan Puri

Museum Bali atau juga dikenal sebagai Museum Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan Bali adalah salah satu museum yang ada di Kota Denpasar, Bali.

Tayang:
Penulis: Noviana Windri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
ist/denpasarkota.go.id
Museum Bali di Jl. Mayor Wisnu No.1, Dangin Puri, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Museum Bali atau juga dikenal sebagai Museum Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan Bali adalah salah satu museum yang ada di Kota Denpasar, Bali.

Museum Bali menjadi objek wisata sejarah dengan berbagai koleksi peninggalan sejarah Bali.

Seperti senjata, alat bertahan hidup, sarana persembahyangan, naskah lontar, lukisan, patung, hingga pakaian adat.

Baca juga: WIKI BALI: Sejarah Pasar Seni Kumbasari, Dulu Bernama Peken Payuk

Baca juga: WIKI BALI - Dermaga Serangan, Fasilitas dan Informasi Paket Watersport

Baca juga: WIKI BALI - Posisi, Visi, Misi, Fasilitas Rumah Sakit Ibu Anak Puri Bunda Denpasar

Museum Bali adalah milih pemerintah Provinsi Bali yang diresmikan sejak tahun 1932.

Museum Bali berdiri di atas tanas seluas 2600 meter persegi.

POSISI

Museum Bali berlokasi di Jl. Mayor Wisnu No.1, Dangin Puri, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Sebelah utara Museum Bali berbatasan dengan Pura Agung Jagatnatha, SMP 1 Denpasar, dan Jalan Jalan Surapati.

Sebelah selatan Museum Bali berbatasan dengan komplek pemukiman warga dan gedung.

Sebelah barat Museum Bali berbatasan dengan Lapangan Puputan Badung, 0 Km  Denpasar.

Sebelah timur Museum Bali berbatasan dengan pemukiman warga dan pertokoan.

SEJARAH

Ada yang menarik dari Sejarah awal dari bisa hadir dan berdirinya Museum Bali di Denpasar.

Sejarah Museum Bali mencatat bahwa penggagas Museum Bali ini adalah seorang asisten Residen Bali Selatan yaitu W.J.F Kroon pada tahun 1909 – 1913.

Setelah ia mendapatkan gagasan dan pencerahan dari Th. A. Resink, W.J.F Kroon mewujudkannya dengan mendirikan Gedung Arca di tahun 1910.

Pembangunan Gedung Arca diarsiteki oleh I Gusti Ketut Kandel dari Banjar Abasan dan I Gusti Ketut Rai dari Banjar Belong.

Serta seorang arsitek Jerman bernama Curt Grundler yang saat itu sedang berada di Bali sebagai wisatawan peneliti.

Perencanaan pembangunan tersebut juga dibuat bersama para ahli bangunan tradisional Bali atau Undagi.

Raja dari empat kabupaten di Bali yaitu Buleleng, Tabanan, Badung dan Karangasem memberikan dukungan dana dan material proyek.

Museum Bali dibangun dengan kombinasi arsitektur antara Pura (tempat sembahyang umat Hindu) dan Puri (Istana Raja).

Sejarah mencatat peresmian Museum Bali pada 8 Desember 1932 dan dikelola oleh Yayasan Bali Museum (kini sudah dikelola oleh Pemda Provinsi Bali) dan dibuka untuk umum sejak saat itu hingga detik ini.

BANGUNAN

Museum Bali dibangun menggunakan konsep Tri Mandala, yaitu Nista Mandala (Bagian luar), Madya Mandala (Bagian tengah sebelum memasuki bagian intinya) dan Utama Mandala (Bagian Inti).

Terdapat tiga bangunan utama yang letaknya di dalam kompleks Museum Bali yaitu Gedung Buleleng, Gedung Karangasem, dan Gedung Tabanan.

1. Gedung Buleleng

Gaya arsitektur gedung yang dibiayai oleh Kerajaan Buleleng ini adalah gaya bangunan tradisional dari Bali Utara. 

Koleksi di gedung ini selain kostum adat Bali dan pelengkapnya, beberapa koleksi patung tanah liat yang berdesain sederhana dan primitif, alat – alat dari batu, alat rumah tangga, alat pertanian, alat yang digunakan nelayan, dan lainnya.

2. Gedung Karangasem

Sesuai namanya, pembiayaan pembangunan gedung ini tentu berasal dari Kerajaan Karangasem.

Gedungnya berupa penggambaran seni bangunan tradisional dari bagian Bali Timur. 

Gedung ini memuat beberapa pameran lukisan, seni rupa, arkeologi dan beberapa benda yang berasal dari zaman pra sejarah.

3. Gedung Tabanan

Gedung ini dinamakan demikian karena dana untuk membangunnya berasal dari Kerajaan tabanan.

Sehingga mencerminkan gaya bangunan dari Bali Selatan. 

Di dalam gedung ini dipamerkan beberapa koleksi etnografi dan benda-benda kesenian Bali seperti kostum tari, topeng, wayang kulit, keris, juga beberapa patung kuno. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved