Breaking News:

WIKI BALI

WIKI BALI: Sejarah Pasar Seni Kumbasari, Dulu Bernama 'Peken Payuk'

Dahulu, Pasar Kumbasari dikenal dengan nama Pasar Periuk atau Peken Payuk. Begini sejarah Pasar Kumbasari.

Tribun Bali/Noviana Windri
Pasar Kumbasari, Denpasar. Begini Sejarah Pasar Seni Kumbasari, Dulu Bernama 'Peken Payuk'. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasar seni Kumbasari berada di tengah-tengah pusat keramaian Kota Denpasar tepatnya di Jalan Gajah Mada.

Lokasinya berseberangan dengan Pasar Badung dan dipisahkan oleh sungai bernama Tukad Badung.

Saat perang puputan Badung, sungai tersebut menjadi jalur transportasi pasukan Belanda dalam melakukan invansinya.

Kini Tukad Badung telah ditata dengan baik dan menjadi destinasi wisata serta tempat rekreasi di tengah Kota Denpasar

Pasar Kumbasari berdiri di atas lahan seluas 6.230 meter persegi dan menyimpan perjalanan sejarah yang panjang.

Pasar Kumbasari dibangun pada tahun 1977.

Dahulu, Pasar Kumbasari dikenal dengan nama Pasar Periuk atau Peken Payuk.

Di lantai 4 Pasar Kumbasari sebelumnya adalah sebuah bioskop.

Baca juga: POPULER BALI Ramalan Jro Bayu Gendeng tentang Kondisi Bali 2021 | Bekal Terakhir Rp 30 Ribu dari Ibu

Baca juga: WIKI BALI - Peran Prof Gorda, Ayah Gung Tini Gorda dalam Kehidupannya

Baca juga: WIKI BALI - Sejarah Berdirinya RSUD Bali Mandara

Sedangkan sekarang sudah menjadi ruang ritel setelah bioskop Kumbasari Theatre gulung tikar seiring meredupnya citra Pasar Kumbasari dengan hadirnya mall-mall di Kota Denpasar

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved