Corona di Bali
Gubernur Koster dan 15 Pejabat di Provinsi Bali Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19
Penyuntikan vaksin Covid-19 jenis Sinovac, dilakukan di bagian lengan kiri Gubernur Bali, Wayan Koster pada, Kamis (14/1/2021).
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penyuntikan vaksin Covid-19 jenis Sinovac, dilakukan di bagian lengan kiri Gubernur Bali, Wayan Koster pada, Kamis (14/1/2021).
Penyuntikan dilakukan langsung oleh dr. Putu Gede Surya Wibawa, M.Biomed, Sp.PD yang merupakan salah satu dokter penyakit dalam di RSBM.
Penyuntikan vaksin perdana ini menggunakan vaksin jenis Sinovac yang dikirim langsung oleh Biofarma Bandung.
Sebelumnya, Gubernur Koster telah menerima vaksin yang berasal dari China tersebut pada, Selasa (5/1/2021) lalu.
Baca juga: Puskesmas 1 Denpasar Barat Suntikkan Vaksin Sinovac untuk 15 Tenaga Kesehatan
Baca juga: 1.964 Vial Vaksin Covid-19 Didistribusikan ke Fasyankes di Denpasar Hari Ini
Baca juga: Setelah Vaksinasi Covid-19, Apa Saja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi?
Setelah mengikuti kegiatan vaksinasi, Koster memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
"Bapak Presiden RI, Joko Widodo sudah memberikan contoh langsung dan teladan kepada masyarakat Indonesia, termasuk kita di Provinsi Bali, sehingga saya yakin vaksin ini sudah bisa diterapkan bersama dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19."
"Untuk itu, saya menyambut baik kegiatan vaksin ini yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dan saya juga mengucapkan terima kasih ke Pemerintah Pusat yang sudah memberikan perhatian serius untuk Pulau Bali dalam rangka memberikan vaksin Covid-19," ungkapnya.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Denpasar Dimulai Besok, Vaksin Sinovac Mulai Didistribusikan ke 17 Fasyankes
Baca juga: Ini Daftar Pejabat di Bali yang Disuntik Vaksin Sinovac, Gubernur Wayan Koster hingga Kapolda Bali
Baca juga: Banyak Pro-Kontra, Beberapa Warga Klungkung Masih Mengaku Khawatir Disuntik Vaksin Covid-19
Seusai memasuki ruang observasi selama 30 menit bersama 15 pejabat lainnya, seperti Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kasdam IX Udayana, Brigjen TNI Candra Wijaya, Kejati Bali, Erbagyo Rohan, SH, MH, Kepala BPK RI Wilayah Bali, DR. Drs. Sri Haryono, DPD-RI Perwakilan Bali, Bambang Suseno, Kepala BPOM Bali, DRA. Ni G.A.N Suarningsih, Sekda Bali, Dewa Made Indra, Kepala BPBD Bali, Drs. I Made Rentin, M.Si, Kakesdam IX/Udayana, I Made Mardika, Kepala BPKP Bali, Muhammad Masykur, Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana., M.Si, Deputi BPJS, Beno Herman, Direktur RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes, dan DPW PPNI Bali, I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, lebih lanjut Gubernur Bali Jebolan ITB ini berdoa agar kegiatan vaksin ini berjalan lancar, sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menegaskan Bali menjadi prioritas dalam penanganan Covid-19, karena Bali menjadi destinasi pariwisata dunia.
Untuk itu, Pemerintah Pusat sudah menyiapkan porsi yang cukup banyak vaksinnya untuk Bali dengan harapan besar pandemi Covid-19 ini berakhir, dan kita bisa kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Provinsi Bali.
"Kita lihat semua pariwisata Bali dan ekonomi Bali sangat terpukul akibat pandemi ini, sehingga kita berdoa agar pandemi ini berakhir, kegiatan vaksin berjalan lancar, masyarakat kita sehat, dan kita semua bisa kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Provinsi Bali," ujar Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya melaporkan bahwa tujuan dari vaksinasi Covid-19 ini untuk membentuk kekebalan kelompok, menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan, dan menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial, serta ekonomi.
"Dalam vaksinisasi ini, kami juga akan menyasar pemberian vaksin yang jumlahnya mencapai 2.999.400, di mana secara rinci akan diberikan kepada Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang Faskes, termasuk Tenaga Tracing sebanyak 30.320, kemudian diberikan kepada Pelayan Publik seperti TNI, POLRI, Satpol PP, Guru, hingga Aparat Hukum sejumlah 263.389, dilanjutkan diberikan ke Masyarakat Rentan (geo spasial, sosial ekonomi, red) sebanyak 1.290.243, dan diberikan kepada Masyarakat dan Pelaku Ekonomi sejumlah 854.756, serta yang tidak ketinggalan pemberian vaksin ini juga menyasar Masyarakat Rentan (Lansia, red) yang jumlahnya mencapai 560.782," jelas Kadiskes Bali, dr. Ketut Suarjaya seraya menyatakan untuk sasaran awal, pemberian vaksin ini akan dilakukan kepada orang yang berusia 18-59 tahun, dan berikutnya disusul oleh usia 60 tahun.
Sebagai penutup, dr. Ketut Suarjaya menegaskan pasca telah diberlakukannya kegiatan vaksinasi di Provinsi Bali ini, para Tenaga Kesehatan yang ada di Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar yang terlebih dahulu akan mendapatkan vaksin Covid-19 ini.
"Mengenai jumlahnya, untuk di Kabupaten Badung mencapai 5.533 Tenaga Kesehatan yang siap menjalani vaksin, dilanjutkan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Gianyar mencapai 4.231, kemudian Kota Denpasar sebanyak 12.032 Tenaga Kesehatan yang siap menjalani vaksin," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-wayan-koster-disuntik-vaksin-covid-19-tribunbali.jpg)