TERKINI: Sudah 27 Korban Meninggal Akibat Gempa di Sulbar, BMKG Sebut Ada Potensi Gempa Susulan
TERKINI: Sudah Ada 27 Korban Meninggal Akibat Gempa di Sulbar, BMKG Sebut Ada Potensi Gempa Susulan
Yang terpenting, lanjut Dwikorita, masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika gempa susulan terjadi.
"Masyarakat juga kami imbau untuk tetap tenang yang penting sudah tahu apa yang dilakukan, mulai disiapkan juga jalur evakuasi. Yang berada di pantai siapkan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi," ujarnya.
Kantor Gubernur dan Hotel Ambruk
Sebelumnya kekuatan gempa 5.9 Kamis dirasakan di Kabupaten Polewali (IV-V MMI), Mamuju dan Majene (IV MMI), serta Mamuju Utara dan Mamuju Tengah (III-IV MMI).
Selain di Sulbar, gempa juga terasa di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan yang berdekatan dengan Sulbar, seperti di Toraja (III MMI) serta di Pinrang, Pare-pare, dan Wajo (II-III MMI).
MMI merupakan skala intensitas gempa yang mengukur dampak getaran terhadap kondisi sekitar dengan skala I (paling rendah) hingga XII (tertinggi).
Saat terjadi gempa 6.2, sejumlah warga di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Ada gempa," teriak warga sembari keluar rumah.
Getaran gempa lebih besar dibandingkan gempa pertama dan waktunya lebih lama.
Beberapa gempa susulan terjadi pascagempa 6.2.
Namun kekuatannya terus menurun.
Mulai dari Mag:3.9, Mag:4.0, Mag:2.9, Mag:3.0, Mag:3.4, Mag:3.2, dan Mag:2.6 hingga pukul 03.00 WIB.

Dalam sebuah video singkat yang diterima tribun-timur.com, tampak warga mendatangi Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang tampak rusak cukup parah.
“Kantor Gubernur Sulbar ambruk. Hancur. Alhamdulillah masih diberi keselamatan. Hotel Matos (Mamuju), hancur,” kata warga yang merekam gambar yang tersiar Jumat (15/1/2021) dini hari.
Jarak antara Mamuju dengan lokasi gempa di wilayah Malunda, Majene sekira 100-an KM.
Hotel Matos kepanjangan dari Maleo Town Square Jl. Yos Sudarso No. 37 Mamuju, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat.