UPDATE Gempa Majene: 3.000 Orang Mengungsi, Sudah 28 Kali Sulbar Diguncang Gempa Sejak Kemarin
UPDATE Gempa Majene: 3.000 Orang Mengungsi, Sudah 28 Kali Sulbar Diguncang Gempa Sejak Kemarin
TRIBUN-BALI.COM - Berikut update gempa Majene.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Majene, Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021) pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.
Gempa M6,2 ini merupakan gempa susulan.
Sebelumnya pada Kamis (14/1/2021) gempa kuat juga dirasakan di beberapa kabupaten.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan parameter gempa yang berpusat 6 kilometer timur laut Majene.
Adapun kedalaman pusat gempa yakni 10 kilometer.
Baca juga: Majene Diguncang Gempa 6,2 SR Pada Dini Hari, Kantor Gubernur Sulbar Dan Hotel Ambruk
Pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak memicu terjadinya tsunami.
BPBD setempat terus melaporkan perkembangan terkini dampak gempa yang terjadi.
4 Orang Meninggal Dunia, 3.000 Orang Mengungsi
Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan data per Jumat (15/1/20221) pukul 08.00 WIB BPBD Kabupaten Majene mengabarkan 4 orang meninggal dunia dan lebih dari 600 orang menderita luka-luka.
Data Pusat Pengendali Operasi BNPB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 3.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan.
Lalu, kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju.

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market.
"Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga masih dalam pendataan," terang Radit.
Kebutuhan yang diinformasikan oleh BPBD setempat berupa sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/eksavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker.