Video Viral Bocah Perempuan Terjebak Reruntuhan Saat Gempa Terjadi, Begini Kata Tim SAR Mamuju

Baru-baru ini beredar viral di media sosial bocah perempuan yang terjebak reruntuhan gempa Majene, Sulawesi Barat.

Editor: Ady Sucipto
istimewa
Gedung kantor Gubernur Sulawesi Barat akibat gempa kuat susulan yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 01.20 WITA.  

"Catherine," sahut Angel.

Warga juga menanyakan apakah sosok yang ada disebelah Angel masih hidup.

"Masih bernapas ji dek, disamping ta (Masih bernafaskah anak disampingmu)," kata warga.

"Iya masih bergerak ji tadi, masih adaji suaranya. Tapi susahmi (Masih ada suaranya, tapi susah ini)," tutur Angel.

Dari video diketahui, Angel dan kerabatnya ini tertimpa reruntuhan di Jalan KS Tubun III, Mamuju, Sulawesi Barat.

Warga yang merekam pun hanya bisa menenangkan Angel untuk bersabar karena keterbatasan alat untuk mengevakuasi.

"Sudah empat orang yang kelihatan, tapi susah diangkut," kata warga menambahkan.

Baca juga: Gempa Majene, 3 Korban Meninggal, 24 Luka, Ribuan Mengungsi, Akses Jalan Dan Listrik Putus

Hingga Jumat (15/1/2021) siang, video tersebut pun telah ditonton sebanyak 44 ribu kali.

Video itu juga diretweet sebanyak 326 kali, disukai 634 kali dan dikomentari ratusan warganet di Twitter.

Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran video tersebut, Kepala Kantor Sar (Kakansar) Mamuju, Sulawesi Barat, Saidar Rahmajaya mengaku belum bisa memastikannya.

Pasalnya, hingga Jumat (15/1/2021) siang, pihaknya masih kesulitan untuk berkomunikasi.

Gedung kantor Gubernur Sulawesi Barat akibat gempa kuat susulan yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 01.20 WITA. 
Gedung kantor Gubernur Sulawesi Barat akibat gempa kuat susulan yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 01.20 WITA.  (istimewa)

Untuk itu, ia belum bisa mencari tahu sumber video tersebut untuk mengevakuasi anak tersebut.

"Ini yang masih kami mencari tahu dari mana sumbernya."

"Karena kebetulan tiga tim yang kami turunkan ke lapangan sampai sekarang masih belum bisa komunikasi," kata Saidar dalam tayangan Kompas TV, Jumat (15/1/2021).

Bahkan, alat komunikasi HT yang digunakan oleh timnya pun masih belum bisa tersambung satu sama lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved