Breaking News:

Berita Buleleng

367 Koperasi Belum Melaksanakan RAT, Diskop Buleleng Berikan Batas Waktu Hingga Maret 2021

Dinas  Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagprinkop UKM) Buleleng pun memberikan batas waktu hingga Maret 2021 aga

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Disdagprinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta ditemui Senin 18 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hingga saat ini sebanyak 367 koperasi yang ada di Buleleng belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Dinas  Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagprinkop UKM) Buleleng pun memberikan batas waktu hingga Maret 2021 agar ratusan koperasi itu melaksanakan RAT. 

Kepala Disdagprinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta ditemui Senin (18/1) mengatakan, koperasi yang ada di Buleleng berjumlah 392. 

Namun yang sudah melakukan RAT baru 25 koperasi.

Untuk itu ia mengimbau kepada koperasi-koperasi lain agar segera melaksanakan RAT hingga Maret 2021 mendatang, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Koperasi di Badung Diminta Sampaikan Laporan Program Kerja lewat WA Grup, Serta Laksanakan RAT 2021

Baca juga: Terancam Tak Dilayani, Diskop Denpasar Ingatkan Koperasi Terkait Batas Akhir RAT

Apabila ada koperasi yang tidak melakukan RAT hingga batas waktu yang diberikan, Disdagprinkop UKM Buleleng akan melayangkan surat teguran.

RAT dijelaskan Sudiarta sejatinya wajib  dilakukan sebagai bentuk transparasi dan pertanggung jawaban para pengurus koperasi terkait kinerjanya selama tahun 2020 lalu. 

Lambatnya pelaksanaan RAT ini diakui Sudiarta biasanya terjadi karena keterbatasan SDM yang dimiliki oleh masing-masing koperasi dalam menyusun laporan keuangannya.

"Kami akan terus berikan pembinaan dan evaluasi kepada para pengurusnya, agar penyusunan laporan keuangan ini bisa cepat dilakukan," katanya. 

Imbuh Sudiarta, trend koperasi yang ada di Buleleng saat ini cukup meningkat, khususnya pada koperasi simpan pinjam.

Dimana, berdasarkan data yang ia miliki, ada dari 75 koperasi yang sebelumnya dinyatakan tidak sehat, setelah dilalukan dievaluasi dan pembinaan kini masuk dalam kategori sehat dan cukup sehat.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved