Corona di Indonesia

40 Komisioner KPU Terpapar Covid, Imbas Pilkada Serentak, Ada yang Meninggal

Imbas pilkada serentak Desember 2020, ada 40 komisioner KPU di tingkat pusat maupun daerah terpapar virus Covid.

Editor: Kander Turnip
KOMPAS.com/FITRIA CHUSNA FARISA
Komisioner KPU Ilham Saputra di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019). Ilham Saputra, Senin (14/9/2020) mengatakan, Komisi Pemilihan Umum menerima sebanyak 738 bakal pasangan calon kepala daerah yang telah mendaftar untuk ikut kontestasi pemilihan kepala daerah serentak 2020. 

40 Komisioner KPU Terpapar Covid, Imbas Pilkada Serentak, Ada yang Meninggal

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Imbas pelaksanaan pilkada serentak Desember 2020 lalu, ada 40 komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat pusat maupun daerah terpapar virus Covid-19.

"Total komisioner 40 orang (positif Covid-19). Alhamdulilah Pak Arief, Pak Pram segera sehat, dan saat ini Pak Viryan sedang isolasi," ujar Pelaksana tugas Ketua KPU RI Ilham Saputra saat rapat dengan Komisi II DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa 19 Januari 2021.

Ilham pun menyebut Ketua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana meninggal di Rumah Sakit Charitas Palembang pada 17 Januari 2021 akibat Covid-19.

Selain itu, Ilham juga menyebut ada 36 orang lebih berstatus aparatur sipil negara (ASN) positif Covid-19, saat pelaksanaan pilkada di tengah pandemi.

"Tenaga ahli, tenaga pendukung dan tenaga operator 47 orang. Panitia adhoc 2020 yang kami terima laporannya 36 orang dan pegawai lain 26 orang," tutur Ilham.

Diketahui, pelaksanaan Pilkada pada tahun kemarin dilaksanakan pada 9 Desember 2020, di mana berbagai daerah sedang dilanda pandemi Covid-19.

Sementara itu Komisi II DPR membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk evaluasi pelaksanaan Pilkada di 270 daerah pada 9 Desember 2020.

Baca juga: Masuk RS Tiga Hari Setelah Pilkada Serentak, Bupati Petahana Meninggal Terpapar Covid-19

Baca juga: 5 Kisah Pilu Pilkada Serentak 2020: Dari Anggota Brimob Dipanah Hingga Kakek Meninggal Usai Nyoblos

Baca juga: Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi Positif Covid-19, Begini Kronologinya

Keputusan tersebut diambil saat Komisi II rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu, dan DKPP.

"Untuk menindaklanjuti permasalahan Pilkada, Komisi II membentuk Panja evaluasi Pilkada serentak 2020," ucap Wakil Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Menurutnya, pembentukan Panja perlu dilakukan karena masih adanya beberapa persoalan saat pelaksanaan Pilkada 2020.

Di antaranya, adanya pelanggaran dan sengketa Pilkada, indikasi praktik politik uang, pelanggaran netralitas ASN, hingga lemahnya koordinasi antar penyelenggara Pemilu.

Namun, secara umum Doli melihat Pilkada yang berjalan di tengah pandemi Covid-19 pada akhir tahun lalu, berjalan relatif kondusif.

"Semua patut berbangga, Pilkada 2020 dilaksanakan secara baik," ucap Doli.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved