Berita Denpasar

7 Pembuang Sampah Sembarangan di Pemecutan Kaja Disidang, Satu Pelanggar Sudah Didenda Rp 200 Ribu

Bertempat di Pengadilan Negeri Denpasar Bali, Rabu 20 Januari 2021 digelar sidang tipiring bagi pembuang sampah sembarangan dan tidak pada waktunya

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
DLHK Denpasar
Pelaksanaan sidang tindak pidana ringan di PN Denpasar untuk pembuang sampah sembarangan di Desa Pemecutan Kaja, Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Bertempat di Pengadilan Negeri Denpasar Bali, Rabu 20 Januari 2021 digelar sidang tipiring bagi pembuang sampah sembarangan dan tidak pada waktunya.

Dalam agenda persidangan, seharusnya pelanggar yang ikut sidang sebanyak 7 orang, namun yang hadir hanya satu orang.

Untuk 6 orang pelanggar yang tidak hadir akan dilaksanakan penjadwalan ulang.

 Pelanggar ini sebelumnya kedapatan membuang sampah sembarangan di Kawasan Jalan Maruti, Desa Pemecutan Kaja.

Baca juga: Petugas PUPR Denpasar Kewalahan Angkut Sampah 2 Ton Perhari dari Sungai dan Drainase

Pelanggar yang ikut sidang ini pun diganjar denda Rp 200 ribu subsider 7 hari kurungan.

Plt. Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Wirabawa Putra saat dikonfirmasi mengatakan bahwa waktu pembuangan sampah di masing-masing TPS sudah diatur sesuai dengan Perda.

Namun masih ada saja masyarakat yang membuang sampah di luar jam yang telah ditentukan.

Sehingga pihaknya pun membawa pelanggar ini ke meja hijau sebagai langkah untuk membuat pelanggar jera.

Wirabawa mengatakan, para pelanggar ini melakukan pelanggaran Perda No 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

“Hal tersebut melanggar pasal 12 ayat 2.

Sehingga yang bersangkutan diganjar Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan akhirnya dijatuhi denda Rp 200 ribu,” katanya.

Wirabawa juga mengajak masyarakat untuk mengikuti swakelola sampah.

Hal ini sesuai dengan Perwali Nomor 76 Tahun 2019 tentang swakelola sampah yang wajib diikuti masyarakat sebagai bentuk penanganan sampah dari hulu.

“Alangkah baiknya masyarakat mengikuti program swakelola sampah yang dilaksanakan masing-masing Desa/Kelurahan,” katanya.

Baca juga: Hanya 6 Desa di Denpasar yang Bisa Melakukan Pengolahan Sampah Menjadi Kompos

Ia pun berpesan agar masyarakat melakukan pengurangan sampah dengan  pemilahan sampah organik dan sampah anorganik

Sehingga dapat memudahkan untuk melakukan pengolahan  di TPS  setempat. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved