Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jerman Gunakan Pengobatan Covid-19 Seperti Yang Digunakan Donald Trump

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, pada Minggu 24 Januari 2021 mengumumkan adanya penggunaan tersebut

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
NICHOLAS KAMM / AFP
Presiden AS Donald Trump melepas masker saat dia tiba di Gedung Putih sekembalinya dari Walter Reed Medical Center, tempat dia menjalani perawatan untuk Covid-19, di Washington, DC, pada 5 Oktober 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, BERLIN  - Satu negara di Uni Eropa telah menggunakan pengobatan antibodi eksperimental.

Negara tersebut adalah Jerman yang pertama yang menggunakan obat seperti yang dikonsumsi Donald Trump untuk sembuh dari Covid-19.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, pada Minggu 24 Januari 2021 mengumumkan adanya penggunaan tersebut.

"Pemerintah sudah membeli 200.000 dosis seharga 400 juta euro (Rp 6,8 triliun)," kata Spahn kepada suarat kabar Bild am Sonntag. Ia menambahkan, harga per dosisnya adalah 2.000 euro (Rp 34,15 juta).

Baca juga: Gejala Covid-19 Pada Tubuh Manusia Mulai Hari Pertama, Waspadai di Hari ke-5

Para pasien Covid-19 akan mendapatkannya secara gratis seperti diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Jerman kepada AFP.

Obat terapi antibodi monoklonal itu akan tersedia di rumah-rumah sakit universitas mulai minggu ini.

Spahn menerangkan, Jerman adalah negara pertama di Uni Eropa yang menerapkannya dalam perang melawan pandemi virus corona.

Kedua obat tersebut sudah mendapat persetujuan darurat di Amerika Serikat (AS), tetapi belum memiliki izin dari regulator Eropa.

Juru bicara Kemenkes Jerman menerangkan, regulator nasional Jerman di Institut Paul Ehrlich (PIE) menetapkan penggunaan obat prinsipnya diizinkan berdasarkan kasus per kasus, diputuskan oleh dokter.

Izin juga dikeluarkan untuk mencegah penyakit bertambah parah, atau melonjaknya pasien rawat inap di kelompok berisiko tertentu.

Jerman membeli campuran antibodi Casirivimab/Imdevimab dari Regeneron, serta obat antibodi Bamlavinimab dari perusahaan AS lainnya, Eli Lilly.

Trump sempat dirawat di rumah sakit karena positif Covid-19 pada Oktober 2020. Ia dirawat dengan pengobatan Regeneron sebelum mendapat izin resmi.

Presiden AS ke-45 tersebut menyebut pengobatannya berfungsi secara luar biasa.

Versi Regeneron adalah kombinasi campuran dari dua antibodi buatan laboratorium.

Protein pelawan infeksi dikembangkan untuk mengikat protein permukaan virus corona, agar menghentikannya menyerang sel-sel manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved