Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konflik Makin Memanas, Taiwan Laporkan Serangan Besar-besaran oleh Angkatan Udara China

Angkatan Udara Taiwan pun merespons hal ini dengan mengerahkan rudal untuk memantau serangan skala besar.

Editor: Eviera Paramita Sandi
LIU JIN / AFP
Terbaru, Pesawat pengebom dan jet tempur China, berkemampuan nuklir memasuki sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, Sabtu (23/1/2021). 

TRIBUN-BALI.COM  - Konflik antara China dan Taiwan makin memanas. 

Terkini dikabarkan bahwa pesawat pengebom dan jet tempur China, berkemampuan nuklir memasuki sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Sabtu 23 Januari 2021. 

Angkatan Udara Taiwan pun merespons hal ini dengan mengerahkan rudal untuk memantau serangan skala besar.

"Angkatan Udara Taiwan memperingatkan pesawat China tersebut," kata Kementerian Pertahanan.

Baca juga: Setelah Presiden AS Joe Biden Dilantik, Pesawat Pengebom China Masuki Wilayah Taiwan

"Serangan peringatan lintas udara telah ditugaskan, peringatan radio dikeluarkan dan sistem rudal pertahanan udara dikerahkan untuk memantau aktivitas tersebut," katanya dalam pernyataan singkat.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya telah melakukan penerbangan hampir setiap hari di atas perairan antara bagian selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas.

Wilayah ini dikuasai Taiwan di Laut China Selatan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, mereka umumnya hanya terdiri dari satu atau dua pesawat pengintai.

Mengutip Al Jazeera, kali ini, kehadiran pesawat tempur China dalam misi ini cukup banyak.

Menurut Taiwan, ada delapan pembom H-6K berkemampuan nuklir dan empat jet tempur J-16, ini merupakan hal yang tidak biasa.

Sebuah peta yang ditunjukkan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan memperlihatkan pesawat Tiongkok, yang juga termasuk pesawat anti-kapal selam Y-8, terbang di atas perairan yang sama di mana misi Tiongkok terbaru terjadi di dekat Kepulauan Pratas, meskipun masih jauh dari daratan Taiwan.

Departemen Luar Negeri AS mendesak China untuk berhenti menekan Taiwan dan menegaskan kembali komitmennya terhadap pulau itu dan keinginan untuk memperdalam hubungan.

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan.

"Kami akan terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai," katanya.

Menyoal hal ini, belum ada komentar langsung dari China.

Di masa lalu, China mengatakan telah melakukan latihan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara.

Tahun lalu selama kunjungan pejabat senior AS ke Taipei, pesawat China secara singkat melintasi garis median Selat Taiwan.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Taiwan Laporkan Serangan Besar-besaran oleh Angkatan Udara China

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved