Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Setelah Presiden AS Joe Biden Dilantik, Pesawat Pengebom China Masuki Wilayah Taiwan

Angkatan Udara Taiwan memperingatkan pesawat China itu dan menyiagakan rudal untuk memantau mereka, lapor Kementerian Pertahanan Taiwan.

Editor: Eviera Paramita Sandi

TRIBUN-BALI.COM – Situasi antara China dan Taiwan semakin memanas. 

Terkini sebanyak delapan pesawat pengebom dan empat jet tempur China memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Sabtu 24 Januari 2021.

Rudal juga telah disiagakan  Sebagaimana dilansir dari Reuters, padahal biasanya China hanya mengirim satu atau dua pesawat pengintai.

Baca juga: Jerman Gunakan Pengobatan Covid-19 Seperti Yang Digunakan Donald Trump

Namun kini, Taiwan mengatakan China mengirim delapan pesawat pengebom H-6K yang mampu membawa senjata nuklir nuklir dan empat jet tempur J-16.

Angkatan Udara Taiwan memperingatkan pesawat China itu dan menyiagakan rudal untuk memantau mereka, lapor Kementerian Pertahanan Taiwan.

Baca juga: Baru Menjabat Sebagai Presiden AS, Joe Biden Langsung Pecat Orang-orang Donald Trump di Gedung Putih

"Serangan peringatan lintas udara telah diluncurkan, peringatan radio dikeluarkan, dan sistem rudal pertahanan udara disiagakan untuk memantau aktivitas tersebut," tulis Kementerian Pertahanan Taiwan dalam sebuah pernyataan singkat.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) mendesak China untuk berhenti menekan Taiwan dan menegaskan kembali komitmennya terhadap pulau itu dan keinginan untuk memperdalam hubungan.

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Washington mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan.

“Dan sebaliknya terlibat dalam dialog dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis," ujar Price.

"Kami akan terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai,” sambung Price. Kendati demikian, belum ada komentar langsung dari China atas laporan insiden tersebut.

Beberapa bulan sebelumnya, China mengatakan telah melakukan latihan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanannya.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengucapkan terima kasih dukungan yang telah diberikan oleh AS.

Kementerian tersebut menambahkan, negaranya akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk memperkuat kemitraan erat antara AS dan Taiwan.

Seorang anggota parlemen dari Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan, Lo Chih-Cheng, mengatakan kepada Reuters bahwa China berusaha menghalangi pemerintah AS yang baru untuk mendukung pulau itu.

 “Ini (pengerahan pesawat pengebom dan jet temput China) mengirim pesan ke pemerintahan Biden,” ujar Lo mengomentari insiden tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved