Liga Inggris
Thomas Tuchel Dipandang Layak Gantikan Frank Lampard Karena Beberapa Faktor Ini
Di antara sejumlah nama kandidat, Thomas Tuchel disebut-sebut paling berpeluang dilirik Roman Abramovich untuk mengasuh Timo Werner dkk.
Sementara itu, Mantan pemain bintang Manchester United Gary Neville menyebut Frank
Lampard masuk jebakannya sendiri sehingga dipecat Chelsea 25 Januari 2021.
Menurut Gary Neville, Lampard sudah mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan para pemain muda.
Namun, kinerja klub berjulukan The Blues itu tak kunjung menjulang.
Neville mengatakan Frank Lampard mestinya sadara bahwa ekspektasi pemilik klub Chelsea Roman
Abramovich dan dewan pengurus klub pasti tinggi setelah menghabiskan banyak uang transfer.
"Lampard melakukan pekerjaan hebat pada musim pertamanya. Setelah itu, Lampard dan Chelsea mulai
belanja banyak pemain," kata Neville dikutip dari situs Sky Sports hari Selasa 26 Januari 2021.
"Uang transfer selalu mendatangkan lebih banyak ekspektasi. Kita semua tahu apa yang akan terjadi
di Chelsea ketika ekspektasi sangat tinggi. Mereka pasti ingin hasil yang instan," kata Gary
Neville.
"Chelsea selama bertahun-tahun memiliki pendekatan yang sama ke semua pelatih. Frank Lampard juga
pasti sudah tahu hal itu ketika menerima tawaran dari Chelsea," kata Gary Neville.
"Inkonsitensi Chelsea dalam enam pekan terakhir membuat Lampard harus kehilangan pekerjaan. Dari
pandangan pribadi, saya tidak terkejut dengan hal itu ( pemecatan Frank Lampard )," demikian Gary
Neville.
Memang penunjukan Lampard saat itu sempat dipertanyakan banyak pihak. Sebab pengalaman Frank
Lampard sebagai pelatih masih minim.
Dia baru setahun melatih Derby County dengan prestasi finalis play-off, kasta kedua Liga Inggris,
Divisi Championship pada musim 2018-2019.
Pada musim pertama di Chelsea Lampard membawa Chelsea finis di urutan empat Liga Inggris dan
menjadi runner-up Piala FA musim 2019-2020.
Kunci i keberhasilan Lampard pada musim pertamanya adalah memberi kesempatan bermain kepada banyak
pemain muda.
Mason Mount, Billy Gilmour, Reece James, dan Tammy Abraham adalah empat pemain muda yang sering
mengisi starting line up Chelsea.
Nah pada musim kedua Chelsea mengeluarkan banyak uang untuk belanja pemain. Lampard menghabiskan
lebih dari 300 juta pounds atau lebih dari Rp 5 triliun untuk mendatangkan delapan pemain baru.
Mereka antara lain Kai Havertz, Ben Chilwell, Timo Werner, Hakim Ziyech, dan Christian Pulisic.
Namun kehadiran pemain itu tidak meningkatkan kinerja Chelsea. Itulah sebabnya Frank Lampard
didepak meskipun kontraknya masih tersisa enam bulan.
Ucapkan Terima Kasih kepada Abramovich