Setelah di Jambi, Buaya Kembali Memangsa Manusia di Belitung Timur, Dandi Sempat Timbul Tenggelam

Dengan mata kepalanya sendiri, Bani melihat bagaimana buaya besar itu menerkam bagian pinggang dan menyeret keponakannya.

Editor: Eviera Paramita Sandi
ist
Ilustrasi Buaya. 

Keempat dukun ini adalah Kik Sadi (Dukun Kampong Limbongan), Dukun Air dan Dukun Buaya Desa Batu Penyu dan dukun air Kampong Batu Air.

Saat proses pencarian, dukun tampak turun ke perairan.

Menurut kepercayaan, para dukun air ini sedang berkomunikasi dan meminta petunjuk di mana keberadaan korban.

Pantauan posbelitung.co, warga pun berjejer di atas pelabuhan melihat dukun air itu beraksi.

Dia tampak mengahadap ke arah batas air dan daratan.

Dukun lainnya juga meminta pakaian yang dikenakan korban agar ditancapkan di sebatang kayu tepat di lokasi korban diterkam.

Selain itu, dukun lainnya, minta tim pencarian korban mencari ke arah muara Sembulu.

Tim SAR Gabungan turun bawa senapan serbu

Setelah mendapatkan laporan, Tim SAR gabungan turun melakukan pencarian korban serangan buaya di sekitar Teluk Merambai, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Satu unit senapan serbu berwarna hitam turut dibawa pada pencarian ini.

Pencarian korban serangan buaya ini pun akan dilanjutkan pada Selasa 26 Januari 2021. 

Wartawan posbelitung.co Suharli melaporkan, senapan serbu itu dilengkapi dua magazine berisi peluru tajam.

"Pencarian dilanjutkan. Tim SAR gabungan mengerahkan dua rubber boat, satu perahu dolphin, dan satu perahu warga," ujar Suharli, Selasa 26 Januari 2021.

Rencananya pencarian akan menyasar muara Sungai Sembulu.

Sungai Sembulu diketahui adalah suatu kawasan di Belitung Timur yang dikenal terdapat banyak buaya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved