Virus Nipah di China yang Disebarkan Kelelawar Berpotensi Jadi Pandemi Berikutnya
Virus ini tergolong langka. Virus nipah disebarkan kelelawar buah yang efeknya dapat menyebabkan gejala mirip flu serta kerusakan otak.
Ia mengatakan pemerintah telah melakukan pengetatan ekspor dan impor komoditas babi dan produk antara Indonesia dan Malaysia.
"Menurut Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, pemerintah Indonesia hanya menerima kiriman yang disertai dengan sertifikat kesehatan dan dikeluarkan oleh Departemen Layanan Hewan Malaysia untuk menyatakan bahwa babi yang diekspor sehat," kata dia.
3. Belum ada vaksin
Mengutip Kompas.com 26 Januari 2021, virus nipah dimasukkan WHO dalam daftar panjang patogen yang dapat menyebabkan darurat kesehatan masyarakat.
Virus nipah adalah salah satu virus yang belum ada vaksinnya. Ada sejumlah alasan yang membuat virus nipah begitu mengancam yakni:
Periode inkubasi yang lama dilaporkan setiap kasus perlu waktu hingga 45 hari, sehingga ada kesempatan bagi inang yang terinfeksi, tidak menyadari bahwa mereka sakit sehingga bisa menyebarkan.
Dapat menginfeksi banyak jenis hewan yang makin menambah kemungkinan penyebarannya.
Dapat menular baik langsung maupun konsumsi makanan yang terkontaminasi.
4. Gejala virus nipah
Virus nipah berasal dari inang kelelawar buah. Virus ini disingkat dengan nama NiV dan dapat menyebabkan kematian di antara 40-75 persen orang yang terinfeksi
Sejumlah gejala mereka yang terinfeksi yakni infeksi saluran pernapasan akut, kejang, ensefalitis fatal hingga koma dalam waktu 24-48 jam.
Adapun gejala umumnya adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah dan sakit tenggorokan.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul Studi Sebut Virus Nipah di China Bisa Jadi Pandemi Berikutnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/virus-nipah_20180527_151227.jpg)