Pasangan Kekasih Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kamar Kos
Pasangan kekasih ditemukan tewas bunuh diri di kamar kos Minggu 31 Januari 2021
Fenomena Global, Berikut Upaya Pencegahan Bunuh Diri
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 800.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri setiap tahunnya.
Dengan kata lain, bunuh diri telah menjadi fenomena global yang terjadi di sepanjang kehidupan.
Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi aktif untuk mengurangi angka tersebut.
Memahami Fenomena Bunuh Diri
Melansir kompas.com dengan artikel berjudul "Hal yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Tindakan Bunuh Diri", ada banyak faktor yang membuat seseorang nekat melakukan bunuh diri.
Namun, hal paling umum yang memicu keinginan bunuh diri adalah gangguan mental berupa depresi berat.
Depresi membuat penderitanya merasakan sakit emosional yang hebat hingga kehilangan harapan.
Kondisi tersebut kerap membuat mereka tidak bisa menemukan cara lain untuk menghilangkan rasa sakit yang dialaminya selain kematian.
Selain itu, gangguan mental lain yang bisa memicu keinginan bunuh diri, antara lain gangguan bipolar boderline personality disorder eating disorder atau gangguan makan skizofrenia gangguan stres pascatrauma.
• Seorang Pria Bunuh Diri di Jembatan Suluban Pecatu, Sempat Kirim Pesan WA kepada Kekasihnya
Mencegah Bunuh Diri
Cara terbaik untuk mencegah bunuh diri adalah dengan mengenali tanda-tandanya.
Berikut tanda-tanda seseorang yang memiliki keinginan bunuh diri:
- menarik diri dari teman atau keluarga
- merasa kehilangan harapan
- membicarakan kematian
- kehilangan minat pada aktivitas kegemarannya
- mengalami perubahan mood ekstrem
- menunjukan tanda-tanda kecemasan
- mudah kesal pada hal-hal kecil
Lalu, apa yang harus kita lakukan saat orang terdekat menunjukan tanda-tanda bunuh diri?
Ketika ada teman atau keluarga menunjukkan tanda-tanda bunuh diri, berikut langkah-langkah yang bisa kita lakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat_20180409_151442.jpg)