Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Populasi Babi di Bali Turun hingga 42 Persen, Harga Bibit dan Daging Jadi Naik

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Anak Agung Istri Intan Wiradewi mengatakan, populasi babi pada tahun 2019

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Anak Agung Istri Intan Wiradewi saat ditemui Tribun Bali di kantornya, Senin 1 Februari 2021 

 Kita memang butuh waktu untuk itu. Butuh waktu gimana kita bisa menciptakan bibit, kan itu butuh dari indukan yang ada.

Jadi ya tidak banyak yang bisa kita lakukan selain menunggu proses ini secara alami. Karena kan tidak bisa di-cloning atau apa," tuturnya.

Sejauh ini Bali belum mengambil keputusan untuk mengambil bibit babi dari daerah luar karena alasan kesehatan.

Ada beberapa penyakit yang ada di daerah luar namun tidak ada di Bali.

Jika babi di Bali sudah terjangkit suatu penyakit maka akan sangat sulit untuk dibersihkan.

"Jadi memasukkan dari luar Bali iya harus betul-betul selektif. Jangan sampai ini membawa penyakit lagi malah menjadi masalah buat kita.

 Jadi kalau ada pemasukan babi dari luar, tentu akan dikaji dari daerah mana.

 Artinya kemungkinan itu ada asalkan akan dikaji dari teman-teman di bidang keswan dari daerah mana yang diizinkan," terangnya.

Selama ini, bahkan dalam kondisi normal, memang belum ada babi dari luar daerah yang didatangkan ke Pulau Dewata.

 Namun babi Bali sendiri telah dipasarkan ke sejumlah daerah, seperti Jakarta dan Surabaya.

Namun pemasaran ini lebih banyak pada babi potong. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved