Breaking News:

Berita Klungkung

Barang Rampasan Perkara Mantan Bupati Klungkung Wayan Candra Mulai Dilelang,Nilainya Sampai Rp 1,8 M

Barang rampasan yang dilelang dari Mantan Bupati Klungkung tersebut, berupa tiga bidang dengan nilai mencapai lebih dari Rp 1,8 miliar.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kejaksaan Negeri Klungkung, saat melakukan eksekusi terhadap lahan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan terpidana, I Wayah Candra di Eks Galian C Desa Tangkas beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kejaksaan Negeri Klungkung mulai melakukan proses lelang barang rampasan atas perkara kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan terpidana, I Wayan Candra.

Barang rampasan yang dilelang dari Mantan Bupati Klungkung tersebut, berupa tiga bidang dengan nilai mencapai lebih dari Rp 1,8 miliar.

" Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung, barang yang kami lelang ini sudah menjadi rampasan negara.

Setelah perkara dengan terpidana I Wayan Candra memiliki kekuatan hukum tetap," ujar Kasi Intel Kejari Klungkung Erfandi Kurnia, Rabu 3 Februari 2021.

Kejari Klungkung Musnahkan Barang Bukti, Kasus Narkoba Masih Mendominasi

Adapun barang rampasan atas perkara kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan terpidana, I Wayan Candra yang mulai dilelang Kejari Klungkung antara lain, Sebidang tanah yang terletak di Desa Tojan, Klungkung dengan luas 850M2 dengan harga limit Rp 431.800.000;

Lalu sebidang tanah yang terletak di Kelurahan Tonja, Denpasar Timur dengan luas 200M2, dengan harga limit mencapai Rp 613. 380.000;

Serta tanah beserta bangunan di Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung seluas 87 M2 dengan nilai mencapai Rp837. 308.000;

Proses lelang dilaksanakan secara daring mulai Rabu 3 Maret 2021 mendatang, melalui laman www.lelang.go.id

" Hasil dari lelang tersebut, nanti kami setorkan ke kas negara," ungkapnya.

I Wayan Candra merupakan mantan Bupati Klungkung, yang saat ini berstatus terpidana kasus korupsi dan TPPU pengadaan lahan dermaga Gunaksa.

Berdasarkan putusan MA, ia divonis pidana kurungan 18 Tahun, dan denda Rp 10 Miliar dengan subsider kurungan 1 tahun 9 Bulan.

Selain itu, Wayan Candra juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 42 Miliar dan beberapa aset yang mejadi barang bukti disita untuk negara.

Setidaknya ada 10 aset Wayan Candra disita Negara terkait perkara tersebut, dan tersebar di wilayah Klungkung, Nusa Penida dan Denpasar. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved