Berita Bali

Tekan Tingginya Angka Lakalantas di Bali, 15 Orang Admin Medsos Dijadikan Duta Tertib Berlalulintas

Sepanjang tahun 2020 tercatat 405 orang yang meninggal akibat lakalantas. Meski menurun dari tahun 2019, namun tentu hal ini menjadi atensi

Dok. Humas Polda Bali
Kegiatan tatap muka Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Pol. Indra, S.I.K., M.Si. bersama admin medsos, di Rupatama Ditlantas Polda Bali, Selasa 2 Februari 2021 - Tekan Tingginya Angka Lakalantas di Bali, 15 Orang Admin Medsos Dijadikan Duta Tertib Berlalulintas 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang menyebabkan kematian di Bali tergolong masih tinggi.

Sepanjang tahun 2020 tercatat 405 orang yang meninggal akibat lakalantas.

Meski menurun dari tahun 2019, namun tentu hal ini menjadi atensi Direktorat Lalu Lintas Polda Bali

Seperti disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Pol. Indra, S.I.K., M.Si. dalam acara tatap muka bersama sejumlah admin sosial media di Rupatama Ditlantas Polda Bali, Selasa 2 Februari 2021.

Angka Kematian Akibat Laka Lantas di Bali Tahun 2020 berjumlah 405 Orang, Usia Produktif Terbanyak

Dua Remaja Terlibat Lakalantas Dengan Ambulance Di Tabanan Bali, Tak Ada Korban Jiwa

Laka Lantas di Denpasar Bali, Akhir Pekan BPBD Denpasar Tangani 3 Kecelakaan

"Menurun 25 persen, apabila dibandingkan dengan tahun 2019 dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 540 atau selisih 135 korban jiwa," paparnya dalam keterangan tertulis kepada Tribun Bali

Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut, karena yang menjadi korban lebih banyak dari masyarakat berusia produktif.

“Berbagai upaya sudah kita lakukan dalam menekan angka lakalantas, mulai dari kegiatan sosialisasi hingga penegakan hukum, angka lakalantas masih saja tinggi. Saya sangat prihatin dan terus kita evaluasi,” ujarnya.

Sebagai langkah untuk mengatasi tingginya angka lakalantas di Bali, Ditlantas Polda Bali besinergi dengan para admin media sosial.

Menurut Dirlantas, sosialisasi melalui media sosial dinilai efektif karena bisa menjangkau masyarakat luas.

Dirlantas meminta agar admin media sosial tak henti-hentinya semangat mensosialisasikan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalu media sosial masing-masing.

“Lakalantas terjadi diawali dengan adanya pelanggaran. Ketika berkendara, jangan takut dengan polisi. Takutlah dengan pelanggaran karena pelanggaran yang dilakukan mengancam nyawa, bisa membuat lakalantas atau orang lakalantas,” kata Kombes Pol. Indra.

Perwira asal Padang, Sumatera Barat ini mengungkapkan ada dua karakter yang dimiliki masyarakat Indonesia penyebab terjadinya lakalantas.

"Pertama, masyarakat bisa berkendara, tapi tidak paham aturan. Kedua, masyarakat bisa berkendara, paham aturan tapi tidak tertib di jalan raya," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved