Corona di Bali

Kasus Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 139 Orang, Positif 34 Orang dan 2 Pasien Meninggal Dunia

Hari ini kasus positif melandai dengan penambahan sebanyak 34 orang, kasus sembuh bertambah 139 orang dan 2 pasien meninggal dunia, hari ini kasus

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Dok Denpasar
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sabtu 6 Februari 2021, penambahan kasus positif Covid-19 di Denpasar mulai melandai.

Dimana, berdasarkan data tercatat penambahan kasus positif baru sebanyak 34 orang.

Sedangkan  kasus sembuh mengalami peningkatan, yakni sebanyak  139 orang.

Sementara itu, 2 pasien dinyatakan meninggal dunia. 

Update Covid-19 di Bali 6 Februari 2021, Positif: 197 Orang, Sembuh: 384 Orang & Meninggal: 12 Orang

Terkait kasus meninggal dunia pasien pertama diketahui seorang laki-laki berusia 59 tahun dengan status domisili di Desa Pemogan.

Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 21 Januari 2021 dan dinyatakan meninggal pada 5 Februari 2021.

Untuk pasien kedua diketahui seorang perempuan usia 31 tahun dengan status domisili di Kelurahan Peguyangan.

Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 26 Januari 2021 dan dinyatakan meninggal pada 6 Februari 2021.

“Hari ini kasus positif melandai dengan penambahan sebanyak 34 orang, kasus sembuh bertambah 139 orang dan 2 pasien meninggal dunia, hari ini kasus covid 19 beranjak meningkat, tren penularan yang masih terjadi ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah telah menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat drastis, tanpa di sadari peningkatan ini jauh berbahaya dari rata-rata angka Covid-19 pada tahun 2020 lalu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Karenanya bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius Satgas Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan yang dikoordinir oleh camat.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

Dalam kesempatan tersebut Dewa Rai juga mengajak  masyarakat untuk mengurangi mobilitas, dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Hal ini mengingat tren peningakatan kasus yang diiringi dengan menurunya angka kesembuhan akan berpengaruh pada ketersediaan ruang isolasi dan perawatan.

Mengenal Cabinfever, Kondisi yang Mengintai Para Pasien Covid-19

“Mohon kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas, hindari pulang kampung dan melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, hal ini mengingat tingkat hunian isolasi dan ICU yang terus meningkat berpengaruh kepada kesediaan ruang rawat,” jelasnya.

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif tercatat 8.264  kasus,  angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 7.051 orang  (85,32  persen), meninggal dunia sebanyak 151 orang (1,83 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak  1.062 orang (12,85 persen).

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan covid 19 tidak semakin meluas. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved