Breaking News:

Militer Matikan Internet Seluruh Myanmar Karena Demo Melawan Kudeta Meluas

Keputusan itu diambil militer ketika ribuan orang turun ke jalan di Yangon melawan kudeta dan menuntut pembebasan pemimpin de facto San Suu Kyi.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali
Ilustrasi. Pada hari Sabtu 6 Februari 2021 militer yang berkuasa di Myanmar memutuskan jaringan internet seluruh negara tersebut. 

Di Twitter mereka menerangkan, konektivitas turun sampai 54 persen dari tingkat biasanya. Beberapa orang mengatakan, data seluler dan Wi-Fi juga mati.

Militer Myanmar sejauh ini belum berkomentar. Sebelumnya mereka telah memblokir Facebook, lalu disusul Twitter dan Instagram hari ini.

Penyedia layanan seluler asal Norwegia, Telenor, mendapat perintah dari pihak berwenang Myanmar untuk memblokir akses ke Twitter dan Instagram sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Akibatnya banyak warga Myanmar yang memakai VPN, tetapi arus informasi dan akses berita tetap sangat terbatas.

" Internet sudah mati tapi kami tidak akan berhenti bersuara," tulis akun Twitter bernama Maw Htun Aung.

"Ayo berjuang dengan damai untuk demokrasi dan kebebasan. Ayo berjuang sampai menit terakhir demi masa depan kita," lanjutnya dalam twit yang dikutip Reuters.

Ormas sipil Myanmar mengimbau penyedia jaringan internet dan seluler menolak perintah militer.

"Dengan mematuhi perintah mereka, perusahaan Anda pada dasarnya melegitimasi otoritas militer, padahal ada kecaman internasional terhadap mereka," kata ormas dalam pernyataannya.

Telenor mengatakan, sebelum mematikan internet mereka secara hukum wajib mengikuti perintah untuk memblokir beberapa media sosial.

Namun, mereka juga menyadari perintah itu bertentangan dengan hukum hak asasi manusia (HAM).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved