Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Ini Kajeng Kliwon Uwudan, Apa Maknanya?

Senin, 8 Februari 2021 bertepatan dengan hari suci agama Hindu, yaitu Kajeng Kliwon Uwudan. Apa maknanya?

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi sembahyang - Hari Ini Kajeng Kliwon Uwudan, Apa Maknanya? 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senin, 8 Februari 2021 bertepatan dengan hari suci agama Hindu, yaitu Kajeng Kliwon Uwudan.

Apa maknanya?

Berikut penjelasan Jero Mangku Ketut Maliarsa.

"Hari suci Kajeng Kliwon Uwudan untuk tahun 2021 jatuh pada sasih Kawulu, wuku Landep. Menurut keyakinan umat Hindu bahwa Kajeng Kliwon Uwudan adalah hari suci yang terjadi setelah bulan purnama," jelasnya kepada Tribun Bali hari ini.

Kajeng Kliwon Uwudan dimaknai sebagai hari untuk melakukan kegiatan ritual agama, dengan tujuan untuk mencapai keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara bhuana agung dan bhuana alit.

Ajaran percaya bahwa kehidupan ada dua alam yaitu niskala kadewataan (alam luhur) atau alam para dewa serta alam kabhutanan (alam bawah) yaitu alamnya para bhuta kala.

Kajeng Kliwon, Apa Upakaranya Agar Tak Diganggu Sang Kala Tiga Bhucari?

Ihwal Watugunung Runtuh hingga Kronologi Meteor Jatuh yang Dentumannya Terdengar di Buleleng

Hari Ini Tepat Hari Kajeng Kliwon, Jro Mangku Ketut Maliarsa: Jangan Lupa Sembahyang

Oleh karena itulah, umat Hindu agar mampu menyeimbangkan keduanya agar mencapai kedamaian (shanti) dan jagadhita (kesejahteraan).

"Hal itu dilakukan dengan ngaturang sembah bakti memuja keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya dengan sarana bebantenan, sesuai kemampuan atau dengan canang asebit sari," katanya.

Untuk sang bhuta kala, dengan ngaturang caru yang paling sederhana berupa segehan di natar sanggah, di natah paumahan serta di lebuh sebagai wujud untuk nyomya para watek bhuta kalanya.

Agar tidak mengganggu bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (alam manusia).

Menurut kepercayaan Hindu Bali, kata dia, Kajeng Kliwon dianggap hari tenget karena ada potensi para umat Hindu diganggu oleh para Bhuta Japa.

Itulah sebabnya maka umat Hindu harus ajeg dan yakin melaksanakan yadnya ini untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

"Nyomya artinya melakukan kegiatan ritual religius atau keagamaan, untuk menetralisir hal-hal negatif dari gangguan para bhuta kala," jelas pemangku asli Bon Dalem ini.

Pelaksanaan ritual ini tidak bisa lepas dengan rasa yakin dan dilandasi desa, kala, patra, atau desa mawecara.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
-
Selasa, 16 Juni 2026 | 00:00 WIB
VS
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved