AirNav Siapkan Rute Penerbangan Alternatif untuk Menghindari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Raung
Aktivitas erupsi Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso mulai berdampak pada sektor penerbangan
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Aktivitas erupsi Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso mulai berdampak pada sektor penerbangan.
Sejak Minggu 7 Februari 2021, operasional Bandar Udara Internasional Banyuwangi mengalami buka-tutup untuk aktifitas penerbangan.
Sejumlah penerbangan dari dan ke Banyuwangi pun mengalami pembatalan, di antaranya sejumlah penerbangan berjadwal rute Jakarta Soekarno-Hatta, Surabaya Juanda, dan Denpasar I Gusti Ngurah Rai.
Dari keterangan yang diterima tribunbali.com, Selasa 9 Februari 2021, AirNav Indonesia sejauh ini telah melakukan langkah antisipatif dalam memberikan pelayanan navigasi penerbangan di wilayah tersebut.
• 4 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Ini Cancel Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Raung
Salah satunya dengan menggunakan rute penerbangan T1 (TANGO ONE) segmen 'CLP' VOR/ DME -'13L1' VOR/ DME sebagai jalur alternatif untuk menghindarkan pesawat terbang dari sebaran abu vulkanik akibat erupsi.
Hal ini dilakukan sejak hari Senin 8 Februari 2021 pukul 19.59 UTC, dan direncanakan sampai dengan hari Selasa 16 Februari 2021 pukul 07.59 WITA.
Pemilihan rute berbasis RNAV di sebelah selatan Pulau Jawa ini dilakukan oleh Petugas Air Traffic Control (ATC) dengan pertimbangan informasi arah sebaran abu vulkanik yang didapatkan dari BMKG.
AirNav Indonesia berkomitmen untuk selalu memastikan operasional peberbangan di wilayah udara Indonesia berjalan dengan selamat, aman, dan lancar dalam segala kondisi.
AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan terkait dalam memantau perkembangan aktifitas Gunung Raung guna merencanakan langkah-langkah yang perlu diambil selanjutnya.
4 Penerbangan di Bali Dibatalkan
Diberitakan sebelumnya, sebaran abu vulkanik dari erupsi gunung Raung kali ini mengakibatkan empat penerbangan kedatangan dan keberangkatan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terdampak.
"Penerbangan yang terdampak dari abu vulkanik gunung Raung di Bandara I Gusti Ngurah Rai ada empat penerbangan," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, kepada tribunbali.com.
Lebih lanjut ia menyampaikan dari empat penerbangan yang cancel itu ada dua penerbangan keberangkatan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dan dua keberangkatan penerbangan dari Bali.
"Citilink dengan nomor penerbangan QG1672 Bali-Lombok, harusnya berangkat 09.55 WITA cancel. Informasi terbaru dari lapangan 47 penumpang pada penerbangan tersebut dialihkan ke penerbangan Citilink lain menuju Jakarta," imbuh Taufan.
Kemudian Citilink nomor penerbangan QG1683 rute Bali-Banyuwangi membawa 16 orang penumpang itu juga tidak berangkat atau cancel.
• Gunung Raung Kembali Bergemuruh, BPDB: Bukan Penyebab Suara Dentuman Misterius di Malang
"Tetapi belum ada informasi lebih lanjut dari Citilink bagaimana kebijakan maskapai kepada penumpang. Mungkin bisa dikonfirmasi langsung ke pihak maskapai Citilink mengenai penanganan penumpangnya,”paparnya.
Ia menambahkan alasan dari maskapai untuk dua penerbangan itu yang dilaporkan ke kami karena adanya sebaran abu vulkanik Gunung Raung.
Sementara untuk dua penerbangan kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang cancel diantaranya kedatangan dari Banyuwangi maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG1682 tiba pukul 09.10 WITA.
Lalu penerbangan Citilink QG1873 dari Lombok dengan jadwal tiba pukul 12.20 WITA cancel juga dengan alasan yang sama reason abu vulkanik Gunung Raung.
Ia menyampaikan untuk sebaran abu vulkanik dari Gunung Raung hingga saat ini belum terdeteksi.
“Dari informasi teman-teman dilapangan yang melakukan paper test hasilnya NIL. Atau tidak sebaran abu vulkanik di aerodrome Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” imbuhnya.
Laporan dari VAAC (Volcanic Ash Advisory Center) Darwin mengenai sebaran abu vulkanik gunung Raung hingga saat ini status Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) masih Orange atau masih aman untuk penerbangan.(*)