Breaking News:

Berita Gianyar

Ketua PHRI Gianyar : Pariwisata Bisa Dibuka dengan Mencontoh Negara UEA

Ketua PHRI Gianyar, Pande Adit mengungkapkan pariwisata sebenarnya bisa dibuka dengan mengambil contoh negara UEA

Pixabay
Ilustrasi traveling - Ketua PHRI Gianyar : Pariwisata Bisa Dibuka dengan Mencontoh Negara UEA 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ketua PHRI Gianyar, Pande Adit mengungkapkan, pariwisata yang selama ini menjadi ujung tombak perekonomian masyarakat Bali, seharusnya bisa dibuka, dengan cara menyediakan test PCR dan karantina secara gratis pada wisatawan yang datang.

Hal itu telah dilakukan Uni Emirat Arab (UEA).

"Pariwisata sebenarnya bisa dibuka dengan mengambil contoh negara UEA, yang sudah berhasil membuka pariwisata dan juga berhasil mendatangkan wisatawan. Jadi mereka di sana, semua test PCR ditanggung oleh pemerintah. Jadi pada saat landing, langsung dilakukan PCR gratis. Jadi artinya orang yang masuk ke negara mereka sudah bebas dari Covid," ujarnya.

"Lalu, apabila ada yang positif, diberikan karantina oleh negara. Ditanggung oleh kerajaan. Karena UEA itu sendiri, mereka sadar bahwa pariwisata itu adalah ujung tombak perekonomian mereka. Karena minyak mereka sudah hampir habis. Jadi negara itu berpendapat, jika pariwisata tidak terselamatkan, maka negara mereka juga tidak terselamatkan," ujar Adit.

50 Hotel dan Restaurant di Karangasem Bali Belum Ambil Bantuan Hibah Pariwisata, Ini Alasannya

PHRI Gianyar Harapkan Pinjaman Lunak Pemerintah Tapi Pembayaran Pertama Diharapkan 2 Tahun Mendatang

Pusat Unggulan Pariwisata Unud Gelar Webinar Kilas Balik Proses Pemberadaban Bali,Hadirkan Tokoh Ini

Adit pun melihat kebijakan negara tersebut telah berdampak positif.

"Dampak dari kebijakan mereka bisa dilihat sekarang. Dimana semua orang yang sedang traveling, pasti perginya ke UEA. Itu artinya, kalau kunjungan dibuka, pasti akan ada yang datang walaupun dari yang dulunya 100 orang, paling tidak setengahnya tetap akan datang. Sebab semua orang di dunia ini butuh refreshing," tandasnya.

Pihaknya berkeyakinan, jika Indonesia, khususnya Bali mengikuti cara tersebut, pariwisata dan perekonomian akan segera bangkit.

"Kalau saja Singapura buka, saya rasa orang Bali atau orang Jakarta pasti jalan-jalan ke sana. Setidaknya untuk refreshing. Apalagi orang Eropa yang sudah terbiasa libur ke Bali, 3 sampai 4 kali per tahun, saat ini mereka pastinya sudah sangat merindukan Bali," tandasnya.

PHRI Gianyar Harapkan Pinjaman Lunak Pemerintah Tapi Pembayaran Pertama Diharapkan 2 Tahun Mendatang

Pengusaha hotel di Kabupaten Gianyar, Bali, sudah babak belur akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved