Berita Bali
Termasuk Gunung Api Tua, Sebaran Abu Vulkanik Gunung Raung Masih Teramati di Jembrana & Buleleng
Termasuk Gunung Api Tua, Sebaran Abu Vulkanik Gunung Raung Masih Teramati di Jembrana & Buleleng
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebaran abu vulkanik Gunung Raung Jawa Timur, masih teramati di sejumlah wilayah di Jembrana, Bali.
Terutama di wilayah sebelah barat Kabupaten Jembrana atau tepatnya di Kecamatan Melaya.
Hal ini dipertegas oleh pernyataan pihak BMKG III Wilayah Bali.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III, Iman Fatchurochman menyatakan, berdasarkan citra satelit Himawari 8 tanggal 11 Februari 2021 jam 08.00 WITA, debu vulkanik terdeteksi bergerak ke Timur Laut – Tenggara.
Sementara berdasarkan Scanning LIDAR dalam mode RHI dan PPI 11 Februari 2021 jam 07.36 WITA dan 07.02 WITA , dapat disimpulkan bahwa tidak terdeteksi adanya debu vulkanik.
“Artinya area sebaran sampai hari ini tidak sampai ke Bandara Ngurah Rai,” ucapnya Kamis 11 Februari 2021 kepada wartawan.
Iman menjelaskan, karena sebaran debu ke timur dan tenggara maka beberapa kabupaten yang terkena paparan abu vulkanik Gunung Raung adalah Kabupten Jembrana dan Buleleng.
“Ya benar ke Jembrana dan Buleleng,” ungkapnya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun Tribun Bali, debu masih terdapat di sejumlah desa di Jembrana terutama di kecamatan Melaya.
Sebaran debu tersebut membuat pekarangan rumah kotor sehingga warga harus membersihkannya.
Abu Vulkanik Sempat Teramati hingga Karangasem
Sementara itu, sebelumnya sejumlah warga di Kabupaten Karangasem, Bali, sempat melaporkan adanya abu vulkanik di sekitar rumahnya.
Abu vulkanik tersebut juga berasal dari letusan Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur,
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa menerima laporan dari warga di delapan desa di Kabupaten Karangasem terkait abu vulkanik itu pada Selasa 9 Februari 2021.
• Erupsi Gunung Raung Mengakibatkan Hujan Abu di Karangasem Bali
• Bukan Erupsi Gunung Agung, Hujan Abu di Karangasem Berasal dari Gunung Raung, Ini Prediksi LAPAN
• Abu Vulkanik Gunung Raung Menyebar Hingga Karangasem Bali, Ini Sejumlah Wilayah yang Terdampak
Desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Rendang, Selat, Bebandem, hingga Kota Karangasem.
"Tapi sangat tipis abunya dan langsung hilang karena disertai dengan hujan. Sehingga tak sampai meluas," kata Arimbawa saat dihubungi, Rabu 10 Februari 2021.
Meski sangat tipis, BPBD Karangasem tetap menyiapkan masker jika intensitas abu vulkanik itu bertambah tebal.
Warga melaporkan sejumlah abu terlihat menempel di dedaunan, mobil, dan genteng rumah warga.
Meski begitu, abu vulkanik tersebut tak mengganggu aktivitas warga. "Untuk aktivitas aman saja tak ada yang terganggu," kata dia.
Berstatus Waspada
Dilansir dari Kompas.com, Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso erupsi sejak Kamis (21/1/2021).
Selain itu status Gunung Raung naik satu level dari normal (level I) menjadi waspada (level II).
Pada Selasa (9/2/2021) sekitar pukul 07.16, visual Gunung Raung menjukkan asap kelabu-hitam dengan intensitas tebak dengan tinggk 2.000 meter ke arah timur.
Subkoordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengatakan dari hasil pengamatan pada Selasa (9/2/2021) antara pukul 06.00-12.00 WIB, kondisi meteorologi Gunung Raung menunjukkan cuaca cerah dan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah timur dan suhu udara 20-30 derajat celcius.
Sedangkan visual gunung terlihat jelas, kabut 0-II hingga kabut 0-III.
"Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 1500-2500 m di atas puncak kawah," kata Nia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa sore.
Nia mengatakan, asap atau abu terlihat mengarah ke timur, serta terdengar suara gemuruh dari gunung. Ia meminta agar masyarakat waspada dengan hujan abu.
"Rekomendasi, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat erupsi kawah puncak," ujar dia.
Termasuk Gunung Api Tua
Dilansir dari laman ESDM, Gunung Raung disebut sebagai gunung api yang besar dan unik serta membedakan dari gunung api pada umumnya di Pulau Jawa.
Salah satu keunikan puncak Gunung Raung dengan ketinggi 3332m dpl adalah memiliki kaldera dengan kedalaman sekitar 500 meter dan selalu berasap serta sering menyemburkan api.
Gunung Raung juga termasuk gunung api tua dengan kaldera yang berada di puncak dan dikelilingi dengan banyak puncak kecil.
Hal tersebut membuat pemandangan Gunung Raung benar-benar menakjubkan.
Untuk mendaki puncak Gunung Raung bisa dilakukan melalui Desa Sumberweringin dengan kendaraan roda empat menuju Pondok Motor sejauh 7 kilometer.
Dari Pondok Motor pendaki memulai perjalanan melewati tegalan, hutan, jalan setapak yang menyempit dan ditumbuhi pohon cemara.
Sekitar 3 jam perjalanan, pendaki akan tiba di Pondok Sumur.
Dari pondok tersebut medan pendakian semakin sulit karena setapak tertutup semak belukar.
Setelah 2 jam pendakian melalui hutan cemaran dan pakis-pakisan serta padang rumut, pendaki akan tiba di Pondok Demit.
Pendakian dilanjutkan hingga ketinggian ± 2900 m sampai batas hutan yang dikenal dengan Pondok Mantri atau Pasaran.
Pendaki akan berkemah dan keesokan harinya dilanjutkan selama ± 1 jam sampai puncak, melalui medan yang tidak terlalu berat dengan kemiringan lereng berkisar antara 20° dan 30°. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Abu Vulkanik Gunung Raung Menyebar hingga Bali, 4 Penerbangan Dibatalkan" dan "Sejarah Erupsi Gunung Raung, Letusan Pertama Tercatat Tahun 1586"