Breaking News:

Serba Serbi

Tilem Kawulu, Gelap Tak Harus Diusir dengan Terang Buatan, Ini Persembahannya

Hari ini, Kamis 11 Februari 2021, umat Hindu khususnya di Bali merayakan Tilem sasih kawulu

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi sembahyang - Tilem Kawulu, Gelap Tak Harus Diusir dengan Terang Buatan, Ini Persembahannya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Kamis 11 Februari 2021, umat Hindu khususnya di Bali merayakan Tilem sasih kawulu atau bulan kedelapan pada sistem kalender Bali.

Pemujaan biasanya dilakukan tengah malam dengan melakukan yoga, atau hening.

Pahalanya adalah segala noda dan dosa yang ada dalam diri teruwat.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Putu Eka Guna Yasa, pemujaan kepada gelap atau Tilem itu jelas sekali ditujukan kepada Siwa.

Siwaratrikalpa, Kakawin Tentang Hari Suci Siwaratri Hindu untuk Memuja Dewa Siwa

Buda Wage Klawu Bertepatan dengan Tilem Kapitu, Ada Kepercayaan Tak Boleh Membayar Hutang

Tilem Kalima, Persembahkan Sesayut Widyadari, Lakukan Pemujaan Tengah Malam

Menurutnya, dalam Jnyana Sidantha disebutkan di dalam matahari ada suci, di dalam suci ada siwa, di dalam siwa ada gelap yang paling gelap.

Hal itulah yang menyebabkan tilem mendapatkan pemuliaan.

Guna mengatakan di daerah Bangli ada Pura Penileman, dimana setiap Tilem dilakukan pemujaan di sana.

"Di Pura Penileman dilakukan pemujaan kepada Siwa, karena ada warga masyarakat yang nunas (meminta) pengidep pati atau sarining taksu jelas sudah Siwa. Bukti arkeologis ada arca Dewa Gana yang merupakan putra Siwa,” katanya.

Sehingga dalam konteks kebudayaan di Bali yang dimuliakan bukan bulan terang saja atau Purnama, tapi gelap yang paling gelap juga dimuliakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved