Wawancara Tokoh
Lengser dari Kursi Bupati Bangli, Made Gianyar Kembali Jadi Dosen di Warmadewa
Bupati Bangli, I Made Gianyar, mengatakan kegiatan kemas-kemas baik di kantor maupun di rumah jabatan sejatinya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Komang Agus Ruspawan
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sehari jelang berakhirnya masa kepemimpinan, sejumlah staf di Kantor Bupati Bangli telah mengeluarkan barang milik I Made Gianyar.
Tak hanya barang dari ruang kerja bupati, kegiatan yang sama juga dilakukan di rumah jabatan bupati.
Sesuai pantauan Selasa 16 Februari 2021, kebanyakan barang-barang dari ruang kerja bupati dua periode itu berupa buku dan dokumen.
Menurut seorang staf, rencananya barang-barang tersebut sebagian dibawa ke kampung halaman di Desa Bunutin, Kintamani serta ke rumahnya di wilayah Denpasar.
Di sisi lain, Bupati Bangli, I Made Gianyar ketika diwawncarai mengatakan, kegiatan kemas-kemas baik di rumah kerja maupun di rumah jabatan sejatinya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu.
Tepatnya pasca sang istri, Ny. Erik Gianyar, meninggal dunia.
"Sebagian besar sudah dibawa. Terakhir kemarin sudah bawa sepeda. Paling saat ini tersisa pakaian saja," ucapnya.
Demikian pula aktivitas di rumah jabatan, Gianyar mengatakan sejak dua tahun belakangan juga mulai berkurang.
Dalam sepekan, ia mengaku hanya menempati rumah jabatan selama lima malam.
Bahkan belakangan ini, lebih kerap ngajag dari kampung halaman.
"Paling hanya siangnya saja di RJ (Rumah Jabatan), sorenya ke pondok (Bunutin, Kintamani)," ujarnya.
Baca Juga: Berpamitan, Ini Pesan Bupati Jembrana Putu Artha dan Wabup Kembang
Baca Juga: Sandiaga Uno: Mari Kita Jaga yang punya Bali agar Pariwisata Segera Bangkit
Sementara jelang akhir masa jabatannya per tanggal 17 Februari 2021, Gianyar mengaku masih disibukkan untuk menyelesaikan dokumen yang memang perlu tandatangani.
Ia mengatakan dokumen yang paling banyak antara lain Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) untuk penilaian kinerja Aparatur Sipil Negara.
"Kalau pegawai mau naik pangkat, kan SKP-nya, nilainya harus naik terus. Selain itu penandatanganan pakta integritas para kadis, hingga dokumen-dokumen di BKPAD. Begitupun juga penandatanganan permohonan pindah pegawai," jelasnya.
Pasca lengser dari sebagai Bupati Bangli, Gianyar mengaku prioritas utamanya akan kembali menjadi dosen di Universitas Warwadewa Denpasar setelah 20 tahun meninggalkan profesi tersebut.
Ia akan mengajar mahasiswa S1 di Fakultas Hukum, mengampu dua mata kuliah.
"Dulu baru 10 tahun menjadi dosen. Sekarang masih ada sisa tyang lagi 8 tahun, sehingga tyang fokus menjadi dosen mengajar mahasiswa. Nanti mulai mengajar pada Semester baru sekitar awal bulan Maret ini," ujarnya.
Selain menjadi dosen, prioritas kedua yakni melanjutkan pendidikan S3 hukum.
Tak hanya itu, Gianyar juga berkeinginan menjadi seorang petani. "Tolong didoain biar bisa menjadi petani sukses," ucapnya.
Di akhir wawancara, Made Gianyar juga mengaku telah menitipkan pesan via aplikasi whatsapp kepada pimpinan OPD, ASN di lingkungan Pemkab Bangli, serta masyarakat luas.
Bahwa dirinya akan mengakhiri jabatan pada tanggal 17 Februari. Dan Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta akan melanjutkan pengabdian menjadi Bupati Bangli.
Pria 57 tahun itu juga menyampaikan di akhir masa jabatannya, semua hal yang bersifat administratif dan merupakan kewenangan Bupati, diharapkan agar cepat diselesaikan sebelum, dan atau sampai tanggal 17 Februari 2021.
Namun apabila karena sesuatu hal tidak dapat diselesaikan sebelum dan atau sampai tanggal 17 Februari 2021, pihaknya siap menandatangani kapan pun sesuai tempat yang disepakati.
Lanjut Gianyar, sekiranya ada tugas, pekerjaan, baik tugas akibat pelaksanaan otonomi daerah, dekonsentrasi dan tugas pembantuan dari pemerintah atasan, pihaknya berharap agar dimasukkan dalam memori serah terima jabatan, untuk dilanjutkan pada fase pemerintahan berikutnya, sesuai sistem tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Gianyar juga tidak memungkiri jika selama menjalankan tugas, tentu ada kekurangan karena keterbatasan waktu, kewenangan, anggaran dan kemampuan dalam menjalankan roda pemerintahan. Oleh karenanya ia memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Lanjut dia, hubungan struktural, birokrasi, jabatan berbatas waktu, tapi hubungan persaudaraan, kekerabatan akan berjalan sepanjang masa, dan semoga hubungan silahturahmi akan tetap berjalan sampai akhir kehidupan.
"Kami yakin dan tentu akan mengiringi dengan doa dan perbuatan sebagai warga Bangli, semoga Kabupaten Bangli ke depan lebih maju, masyarakatnya lebih sejahtera dan bahagia," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-bangli-made-gianyar-1.jpg)