Penyebab Kebotakan, Bisakah Rambut Rontok Karena Faktor Genetik? Begini Penjelasannya
Penyebab Kebotakan, Bisakah Rambut Rontok Karena Faktor Genetik? Begini Penjelasannya
TRIBUN-BALI.COM - Banyak pria yang tak ingin rambutnya rontok hingga takut mengalami kebotakan.
Beberapa orang bahkan harus melakukan berbagai cara agar rambutnya tumbuh.
Ada juga yang karena tidak percaya diri dengan kondisi rambutnya, ia selalu menyembunyikan kepalanya dengan mengenakan topi.
Meski ada yang suka tampil plontos, banyak di antara pria yang menganggap kebotakan adalah sebuah momok.
Tahukah Anda? seiring bertambahnya usia, pria memang rentan mengalami ekrontokan rambut yang berakibat pada kebotakan.
Berdasarkan data Cleveland Clinic, pria di dunia mengalami kerontokan rambut saat memasuki usia 50 tahun.
Sekitar 70 persen pria mengalami kebotakan seiring bertambahnya usia.
Celakanya lagi, 25 persen pria mengalami tanda-tanda kebotakan saat berusia 21 tahun.
Mengapa hal itu bisa terjadi?
Menurut pakar dermatologi Amy Kassouf, kebotakan pada pria ditentukan oleh interaksi faktor endokrin dan kecenderungan genetik.
Jadi, jika ayah atau paman Anda botak, kemungkinan besar Anda tidak juga memiliki nasib yang sama.
Ketika mencapai masa pubertas, pria menghasilkan androgen alias hormon seks.
Jika memiliki gen kebotakan, hormon androgen bisa berinteraksi dengan gen tersebut untuk memperkecil folikel rambut.
Baca juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memotong Rambut Menjadi Pendek
Akibatnya, rambut menjadi rontok dan digantikan oleh rambut kecil yang tidak berpigmen atau berbentuk bulu halus yang nyaris tidak terlihat.
Proses ini terjadi di seluruh kulit kepala Anda sampai prosesnya selesai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-kebotakan-rambut-rontok-botak.jpg)