Breaking News:

Berita Bali

Sejak Pandemi Volume Sampah Medis Alami Peningkatan Tajam, RSUP Sanglah Bali Monitor Gunakan GPS

Beberapa waktu lalu kasus positif Covid-19 khususnya di Provinsi Bali alami peningkatan hingga 500 kasus per harinya.

Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
dr. Ni Luh Dharma Kerti Natih, selaku Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSUP Sanglah Denpasar ketika diwawancarai Tribun Bali pada, Kamis 18 Februari 2021 - Sejak Pandemi Volume Sampah Medis Alami Peningkatan Tajam, RSUP Sanglah Bali Monitor Gunakan GPS 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa waktu lalu kasus positif Covid-19 khususnya di Provinsi Bali alami peningkatan hingga 500 kasus per harinya.

Hal tersebut juga berpengaruh pada meningkatnya jumlah limbah medis yang dihasilkan oleh Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Provinsi Bali.

Salah satunya adalah RSUP Sanglah.

Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSUP Sanglah Denpasar, dr. Ni Luh Dharma Kerti Natih mengatakan, semenjak pandemi Covid-19 memang volume sampah medis alami peningkatan tajam.

Baca juga: Lahan Berisi Tumpukan Sampah di Denpasar Bali Terbakar, Beruntung Tak Merembet ke Bangunan Warga

8.324 Dosis Vaksin Covid-19 Telah Disuntikkan di Gianyar, Kini Tersisa 676 Dosis

Baca juga: Hasil Evaluasi, PPKM Mikro Disebut Menurunkan Kasus Covid-19 di Denpasar Bali

"Jika sebelumnya volume sampah medis per harinya hanya 800 hingga 1.000 kilogram, saat ini volume sampah menjadi naik dari 1.000 kilogram hingga 1.300 kilogram per harinya. Jadi meningkat, bahkan sisa makanan untuk pasien Covid-19 juga dimasukan dalam golongan sampah medis," katanya, Kamis 18 Februari 2021.

Selain makanan, botol minuman kemasan yang telah digunakan oleh pasien Covid-19 pun juga dianggap sampah medis karena sempat berada di ruang isolasi.

Dan hal tersebutlah salah satu penyebab mengapa sampah medis di RSUP Sanglah meningkat.

"Selain itu juga pada cover all pada petugas yang digunakan. Dalam sehari sudah berapa kali ganti. Jadi itulah yang menyebabkan sampah medis meningkat selama pandemi," tambahnya.

Untuk pengelolaannya, sampah di RSUP Sanglah dibagi menjadi dua yaitu sampah medis dan non medis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved