Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Update Desa Miliarder, Anggota TNI dan Polri Perketat Pengamanan, Serka Heru: HP Standby 24 Jam

Update Desa Miliarder, Anggota TNI dan Polri Perketat Pengamanan, Serka Heru: HP Standby 24 Jam

KOMPAS.COM/HAMIM
Mulyadi, seorang warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa timur, menunjukkan koleksi mobil yang barusan dibeli usai menerima uang pembebasan lahan dari proyek pembangunan kilang minyak di Tuban, Selasa, 16 Februari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Setelah menjadi sorotan karena warganya ramai-ramai membeli mobil menggunakan uang penjualan tanah.

Kini petugas TNI dan Polri memperketat pemantauan keamanan di desa miliarder di Kabupaten Tuban.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Serka Heri Purnomo.

Ia mengaku setiap hari berpatroli di desa miliarder untuk memastikan keamanan warga.

"Sejak ada pembebasan lahan pembangunan kilang minyak, saya hampir setiap hari standby di desa," katanya kepada Kompas.com, Jumat (19/2/2021).

Heri tak sendirian, dirinya bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat juga membangun komunikasi dengan warga.

Untuk itu, menurut Heri, ponselnya disiagakan hingga 24 jam untuk memantau kondisi keamanan desa tersebut.

Sementara itu, menurut Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, tindakan aparat keamanan itu adalah langkah antisipasi dari gangguan kamtibmas di desa tersebut.

"Mungkin aja kan mereka yang membeli mobil itu enggak punya garasi. Mereka kita kasih imbauan agar memastikan keamanan dirinya dan hartanya," terangnya.

Kejadian Sebelumnya

Seperti diberitakan sebelumnya, 225 KK di Desa Sumurgeneng mendapat ganti rugi penjualan lahan proyek kilang minyak Pertamina.

Dari informasi yang diperoleh, harga tanah warga dibeli lebih tinggi dari biasanya, yaitu Rp 600.000 sampai Rp 800.000 per meter.

Hal itu membuat warga rata-rata mendapatkan ganti rugi Rp 8 miliar. Ada juga warga yang mendapat uang sebesar Rp 26 miliar.

Video saat warga beramai-ramai memborong mobil juga sempat menjadi viral di media sosial.

Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto menyatakan, hingga kini sejak pencairan penjualan tanah warga untuk proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR), sudah ada 176 mobil baru yang dibeli.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved