Breaking News:

Kritik Anies Baswedan Soal Banjir, Ini Sosok Dan Profil Giring Ganesha, Musisi Terjun Politik

Selama tiga tahun terakhir Mas Anies tidak pernah serius mengatasi banjir itu Mas Anies terbukti tidak punya kapabilitas Jakarta.

Twitter @infojakarta
Baliho dengan Foto Giring Ganesha eks vokalis Nidji bertulis bertuliskan 'Giring Untuk Presiden 2024' yang viral sempat. 

TRIBUN-BALI.COMGiring Ganesha yang merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal penanganan banjir di Jakarta.

Anies Baswedan menurut Giring tidak cakap 

Giring Ganesha mengatakan agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak hanya menyalahkan curah hujan dan luapan air dari hulu. 

Giring menyampaikan kritiknya tersebut melalui postingan di akun Instagramnya, @giring, Minggu 21 Februari 2021.

Baca juga: Pasha Jawab Kritikan Giring Ganesha ke Anies Baswedan Soal Banjir Jakarta: Apakah Bro Sudah Teruji?

"Mas Gubernur @aniesbaswedan jangan cuma kesalahan kesalahan pada curah hujan dan banjir kiriman. Pada banjir kemarin status pintu air di Bogor dan Depok normal. Artinya banjir terjadi karena Mas Gubernur Anies tidak punya rencana dan cara yang jelas untuk mengatasinya.

Selama tiga tahun terakhir Mas Anies tidak pernah serius mengatasi banjir itu Mas Anies terbukti tidak punya kapabilitas Jakarta.

Naturalisasi sungai yang selalu digembar-gemborkan Mas Anies terbukti cuma konsep di atas kertas, tidak dikerjakan di lapangan sementara normalisasi sungai dihapuskan.

Selain itu, menjelang musim hujan, tidak terlihat ada upaya untuk mengeruk sungai, membersihkan saluran air, dan mengecek pompa.

Ketika tindakan-tindakan itu tidak dilakukan, mustahil Jakarta bebas dari banjir. Padahal anggaran DKI Jakarta lebih dari cukup untuk membiayai itu semua.

Anggaran Jakarta diboroskan untuk hal-hal tak perlu. Lihat saja, untuk pembayaran uang muka Formula E, mempercantik JPO, atau mengecat genting-genting rumah warga.

Dari sini, Gubernur Anies terlihat tidak mampu menyusun prioritas. Kebutuhan kedekatan dinomorduakan, hal-hal bersifat kosmetik justru didahulukan.," tulis Giring.

Namun kritik Giring Ganesha tersebut ternyata ditanggapi oleh Ketua DPP PAN, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu.

Pasha Ungu pun membalas kritikan tersebut karena ia tak sependapat dengan Giring.

"Penilaian bro ketum terkait kapabilitas pa gub @aniesbaswedanyang bro anggap tidak mampu Jakarta saya kira terlalu naif dan kerdil .. Jakarta tidak semudah bro mengkritik di medsos .. bahwa Pemda DKI Jakarta perlu memberikan perhatian khusus terkait program penanganan banjir berikut bagaimana memecahkan masalah yang kita sepakat, bahkan bila perlu ada tim satgas banjir yg dibentuk mengantisipasi kejadian banjir yang terus berulang hampir setiap tahun ..

pemerintah bekerja berdasarkan prinsip kebutuhan yang di laksanakan oleh sistem, oleh regulasi dan anggaran yang sudah di poskan di setiap opd2 terkait ..

saran bagi saudara2ku yang duduk diDPRD DKI Jakarta termasuk kader partai #PANselaku pemimpin partai di Republik ini sejatinya saudaraku giring harus lebih bijak melihat situasi bangsa kita yang sedang 'sakit' & 'sulit' .. setidaknya narasi yang dibangun harusnya menenangkan tidak 'meresahkan' apalagi sampai masalah penanganan ketidakmampuan seseorang ..

bukankah bro giring pun tidak dalam menilai seperti itu ..? apakah bro giring sudah pernah teruji di sebuah kota / daerah atau bahkan kelurahan ..? mohon maaf kalau saya keliru berpendapat bro ketum .. salam milenial! hidup PSI! salam hormat saya -pasha- ketua DPP PAN.." tulis Pasha di kolom komentar. 

Profil Giring Ganesha

Sebelum terjun ke dunia politik, Giring Ganesha dikenal sebagai musisi.

Dikutip dari TribunStyle, pemilik nama asli Giring Ganesha Djumaryo ini lahir di Jakarta, 14 Juli 1983.

Dengan demikian, saat ini ia berusia 37 tahun.

Ayah Giring seorang wartawan bernama Djumaryo Imam Muhni.

Ibunya bernama Irmawaty.

Giring menamatkan pendidikan SMA di SMAN 34 Jakarta. 

Setelah itu ia melanjutkan kuliah di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina Jakarta. 

Namun, ia berhenti kuliah pada 2005. 

Karier Giring menanjak di dunia musik lewat band Nidji yang ia bentuk pada 2002.

Bersama Nidji, Giring telah menciptakan sederet hits yang membuat nama mereka bersinar di era 2000-an.

Beberapa di antaranya adalah Hapus Aku, Disco Lazy Time, Arti Sahabat, Biarlah dan masih banyak lagi.

Gaya 'memetik jambu' Giring saat menyanyi membuat Nidji menjadi band yang unik dan atraktif.

Sederet penghargaan bergengsi pun berhasil mereka menangkan, termasuk Most Favourite New Artist di MTV Indonesia Awards 2006, Album Rock Terbaik di AMI Awards 2008 Karya Produksi Original Soundtrack Film Terbaik di AMI Awards 2014 dan masih banyak lagi.

Terjun ke Politik

Setelah 15 tahun bergelut di dunia musik, Giring memutuskan keluar dari Nidji di tahun 2017.

Ia memilih melanjutkan kariernya di dunia politik.

Pada September 2017, Giring mengumumkan pendaftarannya sebagai bakal calon anggota legislatif DPR RI dari PSI.

Giring bergabung ke partai politik yang terbentuk pada 2014 itu karena menurutnya parpol itu memiliki visi misi yang sejalan dengan pribadinya.

Namun, keinginan Giring menjadi wakil rakyat pada Pemilu 2019 tak terwujud.

Sebab, PSI tak lolos ambang batas parlemen 4 persen di tingkat DPR RI.

Meski belum lama di dunia politik, Giring kemudian mendapatkan amanat baru di PSI.

Ketum PSI Grace Natalie menunjuk Giring menjadi Plt Ketum PSI. Penunjukan ini dilakukan karena Grace akan melanjutkan pendidikan magisternya di Singapura.

Calonkan diri sebagai Capres 2024. 

Pada Agustus 2020 lalu, Giring menjadi perbincangan lantaran pernyataanya yang menyatakan mencalonkan diri sebagai Capres 2024.

Hal itu setelah muncul foto-foto di media sosial mengenai baliho dirinya sebagai capres 2024.

"Ya, saya memang mencalonkan diri menjadi calon presiden Republik Indonesia di 2024," kata Giring dalam konferensi pers virtual, Senin (24/8/2020) dikutip dari Kompas.com. 

Giring mengatakan, meskipun tak mudah, rencana pencalonannya itu didukung oleh PSI dan keluarganya.

Keluarga

Giring menikah dengan Cynthia Riza yang saat itu menyandang status janda beranak satu

Mereka meresmikan hubungan mereka pada 16 Juli 2010.

Tanggal pernikahan Giring ini pun bisa dibilang satu misteri, karena tidak ada pernyataan langsung mengenai pengesahan pernikahan keduanya.

Giring dan Cynthia pun menyatakan bahwa keduanya telah menikah bahkan sebelum bulan Ramadhan 2010 tiba.

Walau akad nikah ini dirahasiakan, tetapi resepsi keduanya pun cukup terbuka, dan dilaksanakan pada 15 Oktober 2010 dengan adat jawa.

Giring dan Cynthia kemudian dikaruniai tiga anak yakni Aisha Amira Ganesha, Jasmina Aishwarya Ganesha dan Abraham Zhafir Ganesha.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Giring Ganesha, Plt Ketua Umum PSI yang Kritik Anies Baswedan soal Banjir Jakarta

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved