Breaking News:

Berita Bali

UPDATE Kasus Korupsi LPD Gerokgak Buleleng, Kejati Bali Tetapkan Pengurus & Karyawan Jadi Tersangka

Dari pengembangan itu, penyidik telah menetapkan beberapa pengurus dan karyawan LPD tersebut sebagai tersangka.

Tribun Bali/Putu Candra
Kasi Penkum Kejati Bali, A Luga Harlianto. UPADTE Kasus Korupsi di LPD Gerokgak Buleleng, Kejati Bali Tetapkan Pengurus & Karyawan Sebagai Tersangka 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melakukan pengembangan terhadap perkara tindak pidana korupsi di LPD Desa Pekraman Gerokgak, Buleleng tahun 2008 sampai tahun 2015.

Dari pengembangan itu, penyidik telah menetapkan beberapa pengurus dan karyawan LPD tersebut sebagai tersangka.

Pengembangan dilakukan berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Denpasar terhadap terpidana Komang Agus Putrajaya.

 Agus Putrajaya adalah mantan ketua LPD Desa Pekraman Gerokgak, Buleleng yang terlebih dahulu diadili dan dijatuhi pidana penjara selama tiga tahun.

Baca juga: UPDATE: Begini Modus Operandi 8 Pejabat Dispar Buleleng yang Diduga Korupsi Dana Hibah Pariwisata

"Penyidikan ini merupakan pengembangan dari Putusan Pengadilan Tipikor tahun 2020 dengan terpidana atas nama Komang Agus Putrajaya, S.E," jelas Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum dan Humas) Kejati Bali, A Luga Harlianto, Kamis, 25 Pebruari 2021.

Dari putusan perkara tersebut, tim jaksa penyidik menemukan peranan lima orang lainnya yang merupakan pengurus dan karyawan LPD Desa Pekraman Gerokgak.

Kelima orang itu inisial MS sebagai Sekertaris, DKM selaku Bendahara, NM selaku Bendahara, KS selaku Karyawan Kredit dan GG selaku Karyawan Debitur.

Mereka secara bersama-sama dengan Komang Agus Putrajaya (terpidana) melakukan tindak pidana korupsi.

"Modusnya membuat kas bon secara bertahap sejak tahun 2008.

Setelah kas bon tersebut terkumpul dalam jumlah yang cukup besar dialihkan menjadi kredit atas nama pengurus maupun atas nama keluarganya," beber Luga.

Akibat perbuatan para pelaku tersebut, LPD Desa Pekraman Gerokgak merugi Rp 1.264.686.000.

Lebih lanjut pihak menjelaskan, berdasarkan hasil ekspose, pelaku atas nama MS, NM dan KS ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

Mereka disangkakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat 1 ke 1.

"Pelaku atas nama GG telah meninggal dunia pada tahun 2018 sedangkan pelaku DKM telah mengembalikan uang LPD Desa Pekraman Gerogak yang digunakan sebagai dana pribadi pada Oktober 2019," ungkap mantan Kacabjari Nusa Penida, Klungkung ini. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved