Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Anda Jangan Tergoda Lagi untuk Beli Enam Jenis Tanaman Hias Ini

Di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, kegandrungan masyarakat akan tanaman hias masih bertahan sampai sekarang.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
PIXABAY/kaboompics via Kompas.com
Ilustrasi. Pakar tanaman hias menyarankan Anda sebaiknya tidak tergoda lagi untuk membeli enam jenis tanaman hias. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia awal 2020, hobi merawat tanaman hias di rumah berkembang pesat.

Pandemi yang menuntut orang lebih lama berada di rumah, memberi waktu orang untuk menekuni hobi antara lain merawat tanaman hias.

Di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, kegandrungan masyarakat akan tanaman hias masih bertahan sampai sekarang.

Umumnya orang terpikat pada dedaunan tanaman hias yang menarik mata, bunga-bunga eksotis, dan cara tanaman hias terlihat mengesankan di ruang tamu Instagram seseorang.

Baca juga: 4 Tanaman Hias Ini Efektif Menghilangkan Debu di Dalam Ruangan

Baca juga: Tips Mendekorasi Rumah dengan Tanaman Hias, Letakkan Tanaman Tinggi di Ruang Tamu

Akan tetapi, menurut ahli tanaman hias Maria Failla dari Bloom and Grow Radio, dan influencer tanaman hias Erin Kobayashi, Anda sebaiknya tidak tergoda lagi untuk membeli sedikitnya enam jenis tanaman hias ini.

Mengapa demikian? Berikut penjelasannya seperti dilansir The Spruce yang dikutip Kompas.com, Minggu 28 Februari 2021.

1. Sukulen

Menurut Maria Failla, sukulen sebaiknya tidak lagi menjadi incaran penggemar tanaman hias.

"Sukulen adalah tanaman klasik yang menurut semua orang mudah dirawat. Tapi sebenarnya, sangat sedikit orang yang memiliki lingkungan pencahayaan dalam ruangan yang tepat dan gaya hidup untuk merawatnya dengan sukses," kata Failla.

Dikatakannya, tanaman sukulen membutuhkan enam hingga delapan jam pemaparan langsung sinar matahari.

Problemnya adalah kebanyakan rumah dan apartemen di daerah perkotaan, tidak memilikinya.

"Orang-orang meletakkannya di mana saja, di rak buku dengan cahaya redup, 10 kaki dari jendela terdekat, lorong masuk tanpa jendela, dan sukulen akhirnya mengalami etiolated (membentang mencari matahari) dan kehilangan daunnya dan mati," kata Failla.

Lebih buruk lagi, lanjut Failla, pemilik tanaman sering lupa kalau sukulen sangat sensitif terhadap air yang berlebihan.

"Satu penyiraman terlalu banyak, dan bisa berubah menjadi bubur. Jadi, kecuali jika Anda memiliki ambang jendela yang sangat cerah dan tidak ingin menyiram tanaman Anda terlalu sering, saya akan menghindari," jelasnya.

2. Suplir atau Maidenhair Fern

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved