Pemuda di Surabaya Dibacok Diduga Karena Dendam Asmara, Warga Takut Pelaku Acungkan Pisau
Sebelumnya diketahui bahwa seorang pemuda bernama Syaifudin Sahab (22) tewas secara tragis setelah kena bacok di perut dan tangannya.
TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Peristiwa pembunuhan sadis terjadi di Tenggumung Wetan Gang Mangga, Kota Surabaya.
Peristiwa ini pun membuat geger warga sekitar akibat sang pelaku sempat tepergok warga hingga muncul di circuit closed television (CCTV) kampung.
Sebelumnya diketahui bahwa seorang pemuda bernama Syaifudin Sahab (22) tewas secara tragis setelah kena bacok di perut dan tangannya.
Syaifudin ditemukan terkapar di rumahnya pada Selasa 2 Maret 2021 sekitar pukul 10.13 WIB.
Diduga, korban dibacok pelaku sebanyak dua kali di bagian perutnya dan lengan tangannya.
Adapun spekukasi motif pembacokan itu disinyalir karena dendam asmara.
Adik korban yang berada di dalam kamar yang mengetahui ihwal peristiwa tersebut.
Anjas Sifak (16), adik korban mendengar ada suara-suara ribut di sebelah.
Ia keluar dan melihat kakaknya sudah dalam keadaan terkapar dengan kondisi tubuh bersimbah darah.
Mengetahui itu, adik korban lalu menjemput ayahnya yang bekerja tak jauh dari rumah mereka.
"Saat itu belum meninggal, sempat membuka matanya (gerak), " katanya ketika diwawancara di depan rumahnya.
Namun tak lama, korban terlihat makin melemah dan dinyatakan meninggal dunia lalu dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo.
Anjas mengaku tidak tahu menahu siapa pelakunya, hanya saja ia mendengar suara keributan dari samping rumahnya.
Saat itu, terakhir ia melihat kakaknya masuk ke dalam gudang untuk bekerja memilih rosokan, sementara ia langsung masuk kamar untuk tidur.
"Katanya orang-orang bawa pedang, seperti golok tapi panjang, " ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/korban-pembacokan.jpg)