Beberapa Jenis Varian Covid-19 Jenis Baru yang Kini DIkhawatirkan, Akankah Vaksin Efektif?
Ada kekhawatiran terkait apakah vaksin yang saat ini tersedia mungkin tidak berfungsi dengan baik dalam merespon varian-varian baru.
TRIBUN-BALI.COM - Mutasi virus Covid-19 yang diidentifikasi di Brazil dan ditemukan di Inggris kini telah masuk ke Indonesia.
Kini para pejabat kesehatan masyarakat tengah menyelidiiki adakah virus ini sudah menyebar ke lebih banyak orang.
Beberapa varian, seperti yang berasal dari Brasil tersebut, disebut lebih menular.
Ada kekhawatiran terkait apakah vaksin yang saat ini tersedia mungkin tidak berfungsi dengan baik dalam merespon varian-varian baru.
Apa saja varian-varian baru yang ada?
Ada ribuan varian berbeda dari Covid yang sudah menyebar.
Perhatian terutama fokus pada beberapa varian:
- Varian asal Inggris, atau dari wilayah Kent (juga dikenal sebagai B.1.1.7) yang sekarang menjadi dominan di sebagian besar Inggris, telah menyebar ke lebih dari 50 negara dan tampaknya bermutasi lagi
- Varian asal Afrika Selatan (B.1.351) yang ditemukan di setidaknya 20 negara lain, termasuk Inggris
- Varian dari Brasil (P1) yang terdeteksi pada empat pelancong ke Jepang yang kini telah ditemukan di Inggris
Bukan hal yang tidak terduga bahwa varian baru telah berkembang - semua virus bermutasi saat membuat salinan dirinya sendiri untuk menyebar dan berkembang.
Sebagian besar perbedaan ini tidak penting.
Beberapa bahkan dapat membahayakan kelangsungan hidup virus itu sendiri.
Tetapi beberapa dapat membuatnya lebih menular atau bahkan mengancam.
Apakah yang baru lebih berbahaya?
Tidak ada bukti bahwa salah satu dari berbagai varian yang ada dapat menyebabkan gejala yang jauh lebih serius bagi sebagian besar orang yang terinfeksi.
Seperti versi awalnya, risiko paling tinggi adalah pada orang yang sudah tua atau memiliki kondisi kesehatan bawaan yang signifikan.
Untuk varian Inggris, ada beberapa penelitian yang menunjukkan hal itu mungkin terkait dengan risiko kematian 30% lebih tinggi.
Buktinya tidak kuat dan datanya masih belum pasti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-hubungan-vitamin-d-dan-kematian.jpg)