Breaking News:

Bagaimana Progres Vaksin Covid-19 Nusantara? Begini Penjelasan Kepala BPOM

Mantan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto bersama dengan Aivita Biomedical Corporation AS, Universitas Diponegoro

Zaenal Nur Arifin/Tribun Bali
Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito saat memberikan keterangan saat ditanya mengenai vaksin Covid-19 Nusantara 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, GIANYAR - Mantan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto bersama dengan Aivita Biomedical Corporation AS, Universitas Diponegoro, dan RS Kariadi Semarang, memprakarsai pembuatan vaksin Covid-19 Nusantara.

Lalu bagaimana progres perkembangan dari pembuatan vaksin Covid-19 Nusantara tersebut? 

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa vaksin tersebut dari laporan yang dilaporkan ke BPOM masuk uji klinis fase satu.

"Vaksin Nusantara kemarin ini sudah melakukan uji klinis fase satu, penelitinya sudah menyerahkan hasilnya. Badan POM sudah mengevaluasi memberikan pernyataan hasil evaluasinya, kami sedang berproses kembali dengan penelitinya nanti," ujar Penny Lukito, usai menyerahkan NIE dan Sertifikat Cara Pembuatan yang Baik, di Taman Dedari, Ubud, Gianyar, Jumat 5 Maret 2021.

Baca juga: Lagi, Vaksin Covid-19 Jenis Sinovac Datang ke Bali Sebanyak 10 Ribu Vial

Menurutnya, sekarang biarkanlah proses ini berjalan nanti tentunya ada hasil final pada waktunya.

Berikan kesempatan kepada tim peneliti melaksanakan kaidah-kaidah penelitian yang baik, kita tentunya sebagai suatu Bangsa ingin betul menghasilkan produk vaksin sendiri untuk mempercepat mengakhiri pandemi Covid-19 ini.

Tetapi tentunya vaksin yang dibuat ini memenuhi kaidah-kaidah cara uji klinis yang baik, dari aspek keamanan dan mutu serta khasiat dari vaksin tersebut karena itu menjadi sangat penting dan menjadi prioritas pemerintah.

"Kita tunggu hasilnya, siapa pun jangan memberikan klaim apa pun kalau tidak berbasiskan saintifik," imbuh Penny Lukito.

Baca juga: Rumah Sakit Bali Mandara Sudah Vaksin Covid-19 Masyarakat Lansia Sebanyak 634 Pada Dosis Pertama

Seperti dilaporkan Kompas TV, Selasa 16 Maret 2021, Terawan menjelaskan Vaksin Nusantara menggunakan bahan serum darah dari masing-masing individu.

Vaksin Nusantara ini merupakan vaksin personal berbasis sel dendritik (dendritic cell).(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: M. Firdian Sani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved