Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jokowi Akan Bangun Kembali Hambalang, Targetkan Tuan Rumah dan 10 Besar Olimpiade 2032

Menpora Zainudin Amali menyatakan bangunan mangkrak di Hambalang, Kabupaten Bogor itu akan digunakan menjadi tempat latihan atlet nasional.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Maret 2016. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akan membangun kembali kawasan olahraga Hambalang yang terbengkelai.

Hal tersebut terungkap dalam rapat terbatas membahas penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua antara Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan Menpora Zainudin Amali di Istana Negara pada Senin 15 Maret 2021.

Rapat terbatas itu juga membicarakan agenda tentang grand design olahraga nasional.

Isinya antara lain rencana pemerintah membangkitkan kembali proyek mega kompleks olahraga Hambalang.

Baca juga: Sempat Mangkrak Selama Bertahun-tahun, Menpora Sebut Jokowi Restui Hambalang Sebagai Lokasi Pelatnas

Baca juga: Choel Mallarangeng Mengaku Bersyukur Saat Ditahan KPK Kasus Hambalang

Menpora Zainudin Amali menyatakan bangunan mangkrak di Hambalang, Kabupaten Bogor, itu akan digunakan menjadi tempat latihan bagi atlet-atlet andalan Indonesia.

"Kita sedang mempertimbangkan untuk melihat Hambalang menjadi tempat untuk sentra atlet senior dan atlet elite kita yang sudah siap bertanding," kata Zainudin.

Selain Hambalang, pemerintah juga akan membangun tempat pemusatan latihan terpadu di berbagai daerah yang akan membina atlet-atlet junior guna mendukung keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang kini sudah berdiri di Cibubur.

Pembangunan tersebut tidak lepas dari target pembinaan prestasi olahraga nasional.

”Kami akan buat 10 sentra pemusatan latihan di beberapa daerah, dan yang paling mendasar adalah talenta ketika di sekolah dasar. Sentra ini akan berisi anak-anak SMP, SMA," kata Zainudin.

"Tentu ini rangkaian panjang sebab untuk sebuah prestasi, menurut para pakar minimal dibutuhkan waktu 10 tahun atau kira-kira 10 ribu jam untuk bisa menuju prestasi," tambahnya.

Sebelumnya proyek Hambalang yang sudah dimulai pada tahun 2010 itu dihentikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran ditemukannya dugaan korupsi dalam pembangunan.

Baca juga: Nazar Sesumbar Beberapa Aktor Hambalang Masih Bebas Berkeliaran

Pembangunan megaproyek senilai lebih dari Rp2 triliun di masa Menpora Andi Alfian Mallarangeng itu juga melanggar Izin Mendirikan Bangunan ( IMB).

Pada pertengahan tahun lalu Zainudin menyatakan sudah mendapat restu penggunaan lahan di Hambalang sebagai lokasi pelatnas berbagai cabang olahraga. KPK juga sudah memberi lampu hijau untuk kelanjutan pembangunan proyek Hambalang.

Terkait grand design olahraga nasional, Menpora akan bekerja sama bersama para stakeholder, di antaranya KONI, KOI, perguruan tinggi para akademisi, dan praktisi olahraga.

"Kami lakukan selama beberapa waktu dan setelah itu kami juga mendatangi kota dan perguruan tinggi untuk uji publik desain olahraga nasional, sehingga dapat masukan dari para praktisi dan akademisi stakeholder olahraga. Saya diberi kesempatan untuk memaparkan di hadapan presiden," kata Zainudin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved