Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Vaksin Covid-19 Bukan Sebagai Pengganti Protokol Kesehatan

Menyelesaikan pandemi Covid-19 memang harus juga disertai masyarakat yang sadar akan protokol kesehatan.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya. Ia mengatakan vaksin covid-19 bukan sebagai pengganti protokol kesehatan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menyelesaikan pandemi Covid-19 memang harus juga disertai masyarakat yang sadar akan protokol kesehatan.

Tentunya ini merupakan tantangan bagi pemerintah dan masyarakat agar dapat menyelesaikan pandemi sesegera mungkin. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya menyatakan, tentu ini merupakan suatu keoptimisan untuk pihaknya menyelesaikan pandemi Covid-19 sesegera mungkin.

Berbagai upaya juga telah dilakukan.

Salah satunya tentunya dengan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Pelayan Umat di Taman Prakerti Bhuana Gianyar Telah Divaksinasi Tahap 2

"Memang kita harus mempunyai strategi untuk mempercepat vaksinasi ini agar bisa membuka pariwisata Bali secara baik dan aman dari Covid-19," ungkapnya pada, Kamis (18 Maret 2021). 

"Jadi kalau saya hitung-hitung dengan tiga juta penduduk ini kemudian kita sudah menyelesaikan vaksinasi tahap satu pada nakes dan tahap dua sedang dilakukan, perhitungan kami adalah dalam 100 hari kedepan, itu kita dapat menyelesaikan vaksinasi ini sampai dengan akhir Juni atau awal Juli," sambungnya.

Lebih lanjut, Suarjaya menerangkan pada bulan April, Mei dan Juni terhitung 92 hari kemudian ditambah dengan beberapa hari mungkin di awal bulan Juli pihaknya sudah sampai pada 100 hari untuk kegiatan vaksinasi.

"Jadi 3 juta penduduk dibagi dengan 100 hari adalah 30.000 penduduk perhari untuk divaksin,"

Siap Adakan Vaksinasi Covid-19 di Zona Hijau, 340 Ribu Dosis Vaksin Akan Dikirim ke Bali

"Kita juga sudah komunikasikan dengan teman-teman kabupaten agar bisa kita mencapai 30 ribu vaksinasi perhari kalau segala upaya sudah kita kerahkan kita punya sumber daya yang cukup banyak sebenarnya, kalau vaksinator kita punya 3.120 yang sudah dilatih tetapi masih juga menyisakan tenaga-tenaga Kesehatan lain yang kita bisa mobilisasi," tambahnya. 

Ia juga menambahkan yang terpenting adalah sasaran vaksin datang, dan kegiatan vaksinasi dapat dilakukan.

Dan bagaimana caranya untuk meyakinkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan walaupun sudah divaksin?

Suarjaya mengatakan, bahwa masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi bukanlah yang melindungi orang 100 persen.  

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Sanur Akan Gunakan AstraZeneca Meski Ditangguhkan Beberapa Negara

"Jadi untuk pemahaman itu harus selalu disampaikan bahwa vaksinasi ini bukanlah segala-galanya jadi vaksin tidak melindungi orang dengan 100 persen. Saya tetap bisa kena virus tetapi kemungkinan terkena tiga kali lebih rendah karena imun kita, baik antibody kita sudah muncul. Dan kalau virus masuk kita mungkin akan kebal. Kemudian kalau virus yang masuk cukup banyak bisa saja ada gejala tapi tiga kali lebih ringan daripada orang yang tidak divaksin. Jadi harus kita yakinkan seperti itu," jelasnya. (*) 

Ikuti berita vaksinasi di Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved