Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wawancara Andi Mallarangeng, Polemik Partai Demokrat Jadi Berkah Terselubung

SEKRETARIS Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyebut ada blessing in disguise (berkah terselubung) di tengah polemik Partai Demokrat

Tayang:
Tribunnews.com
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Tribunnews.com, Jakarta Pusat, Senin 15 Maret 2021 - Wawancara Andi Mallarangeng, Polemik Partai Demokrat Jadi Berkah Terselubung 

Tetapi yang sebenarnya blessing in disguise adalah begini.

Ketika partai-partai lain mesinnya dingin setelah Pilkada, karena sudah selesai urusan pilkada, dan enggak bakal ada Pilkada lagi sampai 2024, Partai Demokrat sekarang ini, di bawah kepemimpinan AHY, justru mesinnya panas sekali, sampai ke DPC-DPC, karena kita melakukan konsolidasi.
Mumpung sekarang kita ada permasalahan, struktur kepengurusan, ketua-ketua, semua menyatakan loyalitas dan soliditasnya.

Terutama begini, semua organisasi apapun, ketika mendapat serangan dari luar -bagi kami ada Pak Moeldoko itu serangan dari luar, yang berusaha mendongkel kepemimpinan yang sah- pastilah akan membuat soliditas secara internal.

Ini bagi kami blessing in disguise, modal bagi kita semua untuk terus memanaskan mesin politik Partai Demokrat, mudah-mudahan sampai 2024.

Kita termasuk yang paling siap bersaing pada 2024.

Tapi tentu saja urusan ini harus kita selesaikan.

Prahara dan Pak Moeldoko dan lain sebagainya ini, KLB abal-abal ini, harus kita selesaikan.

Kami juga mempersiapkan segala-galanya, dalam konteks misalnya di Kemenkumham.

Mudah-mudahan Kemenkumham bisa menjalankan tugasnya dengan profesional sehingga bisa jelas, mana yang abal-abal, mana yang asli; mana yang emas, mana yang loyang.

Kalau urusan dengan itu selesai, maka kita Partai Demokrat bisa fokus untuk proses konsolidasi partai ke depan.

Bisa diceritakan mengapa AHY memutuskan keluar dari militer dan masuk dunia politik?

Waktu itu sebenarnya tidak terpikirkan oleh Mas AHY. Beliau lagi tugas di Darwin, Australia.

Tiba-tiba koalisi partai sedang mencari figur untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta dan bersaing dengan Pak Ahok dan Pak Anies.

Setelah tidak menemukan yang kira-kira bisa bersaing dengan dua figur yang kuat ini, mereka mengusulkan putranya Pak SBY saja. AHY saja.

Waktu itu Pak SBY langsung oke atau bagaimana?

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved