Breaking News:

Pemimpin Abu Sayyaf Tewas, Empat WNI yang Disandera Bebas

Vinluan menyebut Sahidjuan sebagai dalang beberapa penculikan oleh Abu Sayyaf yang berbasis di Sulu.

Editor: DionDBPutra
(AFP PHOTO / TED ALJIBE)
Militer Filipina berjalan di sebelah kendaraan lapis baja ringan V-300 mereka setelah menyerang militan Abu Sayyaf di Kota Marawi, Jumat 2 Juni 2017. 

TRIBUN-BALI.COM, DAVAO - Pasukan tentara Filipina membunuh seorang pemimpin kelompok Abu Sayyaf dan menyelamatkan empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok teroris itu sejak tahun lalu.

Pemimpin Abu Sayyaf yang ditembak mati itu adalah Majan Sahidjuan alias Apo Mike. Ia tewas setelah tentara Filipina mendesak Kelompok Abu Sayyaf (ASG) itu dalam kontak senjata pada Minggu 21 Maret 2021.

”Majan Sahidjuan alias Apo Mike terluka parah dalam baku tembak dengan marinir pada Sabtu 20 Maret 2021 malam waktu setempat di kota Languyan, provinsi Tawi-Tawi Selatan, dan kemudian meninggal,” kata Komando Militer Mindanao Barat, Letnan Jenderal Corleto Vinluan Jr.

Baca juga: Detik-detik WNI Tewas Tenggelam saat Pembebasan oleh Militer Filipina dari Penyanderaan Abu Sayyaf

Baca juga: 3 Sandera Malaysia Diselamatkan dari Abu Sayyaf

Vinluan menyebut Sahidjuan sebagai dalang beberapa penculikan oleh Abu Sayyaf yang berbasis di Sulu.

Ia juga menyebut Sahidjuan terlibat dalam serangan bom dan pembajakan selama beberapa dekade. Sejak 2014, kelompok ini telah menyatakan kesetiaannya kepada kelompok Negara Islam ( ISIS).

”Kami senang bahwa semua sandera sekarang dalam kondisi aman, dan kami juga dapat menetralkan 'Apo Mike' yang terkenal kejam dan dua rekannya," kata Vinluan seperti dilansir Reuters.

Sahidjuan termasuk di antara lima militan Abu Sayyaf yang pergi ke Tawi-Tawi dengan perahu dari Sulu bersama empat korban penculikan dari Indonesia pada Kamis 18 Maret 2021 lalu. Namun di tengah perjalanan perahu mereka terbalik dihantam ombak besar.

Kondisi itu kemudian dimanfaatkan oleh aparat Filipina. Mereka segera melakukan operasi gabungan untuk menyelamatkan tiga dari empat sandera - Arizal Kasta Miran (30), Arsad Bin Dahlan (41),dan Andi Riswanto (26). Adapun sandera keempat, Mohd Khairuldin (14) ditemukan oleh pasukan Filipina di desa di mana baku tembak terjadi.

Diculik Tahun Lalu

Keempat sandera itu sebelumnya diculik oleh Abu Sayyaf pada 17 Januari tahun lalu di lepas pantai Tambisan, Malaysia. Saat itu ada lima orang WNI yang diculik. Namun satu orang tewas saat mencoba melarikan diri.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved