Breaking News:

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama di Sanur Bali, Gunakan AstraZeneca

Salah satu lokasi pelaksanaan vaksinasi ini yakni di Banjar Dangin Peken, Desa Sanur Kauh, Denpasar.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Pelaksanaan vaksinasi di Banjar Dangin Peken Desa Saur Kauh, Denpasar, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senin, 22 Maret 2021 merupakan pelaksanaan vaksinasi pertama di kawasan zona hijau Sanur, Denpasar, Bali. 

Vaksinasi ini digelar di 12 titik yang tersebar di tiga wilayah yakni Desa Sanur Kaja, Desa Sanur Kauh, dan Kelurahan Sanur.

Salah satu lokasi pelaksanaan vaksinasi ini yakni di Banjar Dangin Peken, Desa Sanur Kauh, Denpasar.

Baca juga: 35 Ribu Penduduk dan Pekerja di Wilayah Sanur Bali Akan Divaksin Covid-19, Ini Jadwal Dan Skemanya 

Sejak pagi, masyarakat sudah datang ke lokasi ini untuk mengikuti vaksin.

Adapun vaksin yang digunakan yakni vaksin AstraZeneca.

Salah satu warga, Komang Sutrisna Adi Putra mengatakan ia tak merasa cemas dengan vaksin ini.

"Saya tidak merasa cemas, karena ini kan program pemerintah jadi pasti diberikan yang terbaik bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun Banjar Dangin Peken, Kadek Dendy Jambyantara mengatakan untuk pelaksanaan vaksin hari pertama ini, pihaknya menargetkan 100 warga yang bisa tervaksin.

Kedatangan warga pun diatur yakni perjam hanya 20 orang.

"Untuk tahap awal kan dilaksanakan selama 6 hari, semoga bisa selesai, kalau tidak akan diperpanjang lagi harinya," katanya.

Ia menambahkan jumlah warga yang akan mendapat vaksin di wilayahnya yakni 1.200 orang.

Sebelum pelaksanaan vaksinasi pihaknya juga telah menggelar sosialisasi lewat prajuru banjar.

Ia menambahkan, selama ini belum ada masyarakat yang merasa waswas terkait vaksin ini.

"Semua sangat antusias seperti yang bisa dilihat hari ini," katanya. 

Ditangguhkan Beberapa Negara

Seperti diketahui Ppmerintah memberikan vaksin Covid-19 di wilayah Sanur yang direncanakan jadi zona hijau. 

Jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan adalah AstraZeneca yang notabene di beberapa negara penggunaan vaksin ini ditangguhkan. 

Ditangguhkannya penggunaan vaksin ini karena ada kejadian pembekuan darah.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira mengatakan pihaknya memang telah mendengar ada beberapa kasus pembekuan darah setelah pemakaian AstraZeneca.

“Persentasenya memang sangat kecil, dan tentu pemerintah pasti punya alasan kenapa memakai itu dan tidak ditangguhkan, kemungkinan dalam hal ini sudah ada alasannya,” kata Wandhira yang diwawancarai Kamis 18 Maret 2021.

Akan tetapi, ia meminta pemerintah juga harus tetap bertanggung jawab jika terjadi dampak dari pemakaian vaksin tersebut.

“Pemerintah harus tetap bertanggung jawab, jangan sampai hanya mengejar zona hijau buru-buru memakai dan memvaksin warganya dengan benda yang belum teruji penuh akurasinya. Jangan sampai kita mengejar kuantitas tapi melupakan kualitas,” kata politikus asal Sanur ini.

Wandira mengaku sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memilih Sanur sebagai kawasan zona hijau.

Namun pihaknya berharap pelaksanaan vaksinasi ini bukan hanya menyasar masyarakat yang ber-KTP Denpasar.

Melainkan semua masyarakat yang tinggal dan bekerja di sanur, baik yang kos maupun mengontrak rumah di wilayah Sanur.

“Siapapun yang ada di seputara Sanur wajib vaksin kalau mau menetapkan Sanur sebagai kawasan zona hijau,” katanya.

Pihaknya mencontohkan untuk Desa Sanur Kaja, yang memiliki penduduk kurang lebih 10 ribu.

Dimana 6000-an penduduknya ber-KTP Denpasar, dan 4.000 lainnya merupakan penduduk pendatang.

Sehingga untuk tiga wilayah Sanur yakni Sanur Kaja, Sanur Kauh, dan Kelurahan Sanur, membutuhkan kurang lebih sebanyak 35 ribu vaksin.

“Kemarin kami sudah komunikasikan dengan Wali Kota, terkait vaksin tersebut akan disiapkan berapapun untuk zona hijau,” katanya.

Wandhira juga menambahkan, dalam pelaksanaan vaksinasi ini perhitungan lokasi atau ketersediaan pos vaksin juga harus tepat.

Jangan sampai vaksinasi masal ini malah menimbulkan kerumunan dan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Dan yang paling penting, data setelah pelaksanaan vaksinasi ini harus valid dari tingkat lingkungan hingga desa/lurah.

“Harus jelas datanya, berapa yang sudah divaksin, juga ada evaluasi misal triwulan pertama apakah ada yang terpapar Covid-19, apakah yang terpapar tersebut sudah divaksin atau belum. Apa masih ada Covid-19, dimana, apa sudah tervaksin apa belum, sehingga data itu lengkap,” katanya. 

Sebelumnya, seperti diketahui, untuk mewujudkan kawasan zona hijau di Sanur, Pemkot Denpasar tengah melakukan pembahasan.

Beberapa persiapan pun mulai dilaksanakan, termasuk penyediaan posko untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan vaksin untuk  tiga kawasan yang direncanakan menjadi zona hijau akan datang minggu ini.

“Untuk minggu ini, akan datang sebanyak 100 ribu vaksin. Nanti itu dibagi untuk tiga tempat yakni Sanur, Nusa Dua, dan Ubud,” kata Jaya Negara, Rabu 17 Maret 2021.

Jaya Negara mengatakan, jenis vaksin yang akan digunakan yakni vaksin AstraZeneca.

Meskipun beberapa negara melakukan penangguhan penggunaan vaksin jenis ini, akan tetapi menurut Jaya Negara vaksin ini sudah ada di Indonesia.

“Vaksinnya sudah ada di Indonesia dan minggu ini akan dikirim ke Bali. Dan sudah ada kajian dari BPOM pusat,” kata Jaya Negara.

Ia menambahkan, untuk pelaksanaan vaksinasi di Sanur sudah siap tinggal memantapkan di lapangan. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved