Breaking News:

Berita Gianyar

Antisipasi Klaster Pengemis, Satpol PP Gianyar Jaring 24 Pengemis di Ubud Bali

Satpol PP Gianyar mengamankan 24 orang pengemis yang beroperasi di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Selasa 23 Maret 2021.

ist
Satpol PP Gianyar mengamankan 24 orang pengemis yang beroperasi di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Selasa 23 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Satpol PP Gianyar mengamankan 24 orang pengemis yang beroperasi di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Selasa 23 Maret 2021.

Selain menganggu ketertiban umum, para pengemis ini juga ditakutkan akan menganggu kelancaran program pemerintah menjadikan Ubud sebagai zona bebas covid-19. 

Kepala Satpol PP Gianyar, Made Watha mengantakan, para gepeng tersebut dijaring di wilayah Kota Ubud. Kata Watha, para gepeng ini langsung dinaikkan ke dalam satu truk untuk dipulangkan ke rumahnya.

Kata dia, semua yang terjaring berasal dari Desa Munti Gunung, Karangasem, Bali.

"Selain melanggar Perda no 15 th 2015,  kita khawatir adanya klaster gepeng," ujarnya.

Gara-gara Ambil HP Jatuh dari Dashboard Mobil, Perempuan Ini Tabrak 3 Pengemis Hingga Tewas

Daripada Buat Mejejaitan, Pengemis asal Karangasem Bali Ini Akui Per Hari Raup Rp 500 Ribu

Baca juga: Harta Pengemis Ini Naik Rp 95 Juta Dalam 2 Tahun, Petugas: Ini yang Kedua Kita Tangkap

Watha mengantakan, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan di Kota Ubud, mengingat para gepeng banyak berada di sini.

Terlebih lagi, mereka tidak mentaati aturan pemerintah tentang protokol kesehatan. 

"Di samping mengganggu tibum (ketertiban umum), kami juga tidak akan memberikan toleransi untuk para gepeng karena sekarang kita sedang konsentrasi menyukseskan program Ubud bebas covid-19," ujarnya.

Watha mengatakan, keberadaan gepeng di Ubud ini diketahui saat pihaknya berkeliling banjar-banjar di Ubud, yang tengah mengadakan vaksinasi covid-19. 

"Mereka kami temukan, pas saya patroli mengecek personil Satpol PP yang rugas di masing-masing banjar (33 banjar), saya temukan para gepeng ini menganggu," ujarnya. 

"Jumlah satu truk (24 orang), sudah kami ingatkan dan bina agar tidak beroperasi lagi. Setelah itu kami serahkan ke Dinas Sosial Gianyar untuk dipulangkan," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved