Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ayu Dirudapaksa dalam Kondisi Kritis, Jasadnya Ditinggakan di Semak-semak

Ayu Dirudapaksa dalam Kondisi Kritis, Jasadnya Ditinggakan di Semak-semak

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Dua pria terlibat dalam kasus kematian cewek pemandu lagu di Pakisaji Malang. 

TRIBUN-BALI.COM, MALANG - Teka-teki di balik tewasnya pemandu lagu di Kabupaten Malang, Setia Nurmiati alias Ayu (21) perlahan tersingkap.

Selain diselingi oleh prahara cinta segiempat, kematian Ayu juga terjadi setelah terjadi pesta minuman keras (miras).

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menerangkan, insiden ini bermula ketika Wahyudi (39) asyik pesta miras dengan cewek berinisial A pada Senin (22/3/2021) malam.

Baca juga: Keluarga Pelajar yang Kecelakaan di Sempidi Syok, Masih Carikan Hari Baik Untuk Lakukan Upacara

Keduanya asyik menenggak minuman alkohol di sebuah kafe di pinggir Jalan Raya Pepen, Pakisaji, Kabupaten Malang.

Setelah putus dengan korban Ayu, Wahyudi yang bekerja sebagai sopir truk itu menjalani hubungan asmara dengan cewek berinial A.

Birahi yang tak terbendung itu kemudian Wahyudi ungkapkan dengan tidur bersama A di dalam truk.

Namun, pria asal Kabupaten Tuban ini tiba-tiba mendapati sesuatu yang mengagetkan.

Baca juga: Komang Ayu Belum Ditemukan, Tiga Orang Kecelakaan Terlempar ke Tukad Petanu Gianyar

Ayu kemudian datang ke truk yang terparkir di pinggir kafe yang juga tempat karaoke itu.

Emosi, Ayu lalu menggebrak pintu truk dengan melontarkan kata-kata kasar.

Saat itu, Ayu diduga tak terima dengan keputusan Wahyudi yang memutuskannya secara sepihak.

"Sebelumnya memang sering terjadi pertengkaran antar keduanya (Ayu dan Wahyudi)."

"Akhirnya Wahyudi tidak betah dan meninggalkan Ayu," jelas Hendri.

Ayu mendatangi truk yang dikendarai Wahyudi itu pada Selasa (23/3/2021) sekitar pukul 1:00 dini hari.

"Ayu turun mendatangi truk tersebut. Lalu ia bilang 'Yudi turun, turun, jancok'," ujar Hendri ketika gelar rilis pada Kamis (25/3/2021).

Kesal dan tak ingin meladeni pertengkaran dengan Ayu, Wahyudi kemudian menghidupkan truk yang ia kendari.

Truk diarahkan Wahyudi berjalan ke arah kanan menuju arah Utara.

Ayu yang masih berusaha membuka pintu truk kemudian terjatuh.

Tiba-tiba tubuh Ayu terpelanting dan sempat mengenai roda belakang truk tersebut.

"Roda truk yang belakang mengenai si korban dan akhirnya berdampak pada tulang ekor dan paha."

"Lalu ada pendarahan juga namun korban tegeletak namun masih hidup," ucap Kapolres kelahiran Solok, Sumatera Barat ini.

Tak lama kemudian, Wahyudi menghubungi rekannya bernama Adi Prayitno (28) alias Dalbo warga Dilem, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Wahyudi meminta Dalbo, untuk memastikan kondisi Ayu yang terjatuh tersebut.

Dalbo yang sedang mabuk kemudian menuruti permintaan Wahyudi.

Dalbo diketahui bekerja sebagai tukang parkir di tempat karaoke favorit Wahyudi.

Dalbo kemudian menyeret tubuh Ayu yang sedang sekarat ke pinggir sebuah bangunan warung yang telah tutup.

Warung tersebut tak jauh dari tempat karaoke ia bekerja.

Terpengaruh alkohol dan tak kuat menahan nafsu, Dalbo kemudian tega menyetubuhi Ayu yang sedang sekarat.

"Korban yang tak berdaya kemudian disetubuhi," tutur Hendri.

Usai birahinya terlampiaskan, Dalbo kemudian meninggalkan Ayu di semak-semak tempat ia menyetubuhi gadis belia itu.

Ayu yang lemas dan tak berdaya kemudian akhirnya tewas.

Mayatnya ditemukan tukang sampah pada keesokan harinya pada Selasa sore.

"Ditemukan ada tanda-tanda kekerasan berupa punggung sampai paha biru lalu tulang ekor dalam keadaan retak," papar Hendri.

Tak lama kemudian, Tim Buser Polres Malang  berhasil menangkap Wahyudi. 

Wahyudi ditangkap saat tim Buser Polres Malang melakukan pengejaran di daerah Kepulungan, Kabupaten Pasuruan pada Selasa malam sekitar pukul 23:00 WIB.

Sedangkan Dalbo diamankan di Polsek Pakisaji saat ia awalnya diperiksa sebagai saksi pada hari yang sama.

Akibat perbuatannya, Wahyudi disangkakan Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 KUHP.

Sedangkan untuk tersangka Dalbo disangkakan Pasal 286 KUHP.

"Kedua tersangka berkasnya akan kita pisah. Tersangka 1 (Wahyudi) terkait pembunuhan dan penganiayaan mengakibatkan kematian. Sedangkan tersangka 2 (Dalbo) adalah pemerkosaan terhadap orang yang tidak berdaya," tutup Hendri.

Kumpulan Fakta Kematian Pemandu Lagu

Fakta-fakta terkait pembunuhan cewek pemandu lagu asal Wagir yang mayatnya ditemukan di semak-semak di wilayah Pakisaji terungkap dari keterangan polisi dan pihak keluarga.

Keterangan dari pihak keluarga mengungkap kondisi latar belakang kehidupan korban yang dikenal dengan nama Ayu itu sebagai sosok yang mandiri, dia telah yatim piatu.

Korban Ayu atau nama lengkapnya Setia Nurmiati (21) diketahui sebagai sosok yang tidak memiliki orangtua atau yatim piatu.

Sementara pihak Polsek Pakisaji mengungkap kondisi korban saat ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa dan dugaan awal terkait peristiwa pembunuhannya.

Polisi juga mengungkap profesi korban yang dikenal sebagai seorang pemandu lagu.

Berikut beberapa fakta terkait kasus pembunuhan cewek pemandu lagu asal Wagir Kabupaten Malang itu

1. Ditemukan dalam Kondisi Setengah Telanjang

Kasus pembunuhan di kabupaten Malang ini bermula dari penemuan mayat perempuan tanpa busana atau dalam kondisi setengah telanjang atau setengah bugil di semak-semak.

Korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang di semak-semak pinggir jalan Raya Pepen Pakisaji, Kabupaten Malang pada Selasa (23/3/2021) sore.

Mayat itu ditemukan pertama kali oleh seorang tukang sampah.

"(Ditemukan) sekitar pukul 15.15 WIB sore, ada seorang tukang sampah menemukan korban," ujar Kapolsek Pakisaji, AKP Edi Purnama ketika dikonfirmasi, Selasa (23/3/2021) .

Saat di TKP, baju korban tersingkap hingga bagian dada.

Sedangkan celana korban melorot ke bawah. Di TKP ditemukan baju dan celana korban.

"Jadi dia setengah telanjang. Kondisi baju terbuka hingga bagian dada. Sedangkan celannya melorot (ke bawah)," ujar Edi ketika dikonfirmasi.

2. Korban diduga Dirudapaksa dan dianiaya

Dugaan penemuan mayat perempuan itu berkaitan atau sebagai korban pembunuhan langsung mengemuka didasarkan pada kondisi mayat.

Ditemukan luka tusukan di tubuhnya dan ada temuan luka lain.

Polisi menyebut korban sebagai korban pembunuhan atau penganiayaan berat yang berujung kematian.

Bukan itu saja, korban yang merupakan cewek cantik itu diduga juga jadi korban rudapaksa atau diperkosa.

"Posisi korban memang telanjang. Ada luka tusuk. Jejaknya sepertinya dianiaya," imbuh Edi, Kapolsek Pakisaji.

Terkait kondisi luka yang dialami korban, Edi belum bisa menerangkan secara gamblang.

"Hanya visum luar ada luka di bagian perut yang mengarah ke lambung kanan," terang Edi.

Kapolsek mengatakan, dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat dianiaya, sebelum meninggal dunia. Karena terdapat luka tusuk dan luka yang membekas dari paha hingga lingkar perut sebelah kiri korban.

Terkait adanya luka di tubuh korban, Edi belum bisa memastikan secara gamblang penyebab luka tersebut.

"Kalau luka tusuk itu dugaan. Karena diduga ada juga ada tulang rusuk yang patah. Lukanya kena debu jadi samar-samar. Masih dugaan semua. Saya tadi berfokus evakuasi jenazah," beber Edi.

"Dugaan sementara Ayu diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh," ucapnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Selasa (23/3/2021).

Edi mengatakan, bahwa keluarga korban juga telah mendatangi Kapolsek Pakisaji, guna memastikan, bahwa perempuan yang tewas tersebut merupakan anggota keluarganya.

Pasalnya, kabar dari meninggalnya Ayu kata Edi telah viral di media sosial.

"Ini tadi kakaknya datang ke kantor untuk memastikan. Cuma kami tidak tahu kalau ada video yang sudah viral," ucapnya.

Dalam pertemuan dengan keluarga korban tersebut, Edi hanya menyampaikan, bahwa Ayu telah meninggal dunia.

Namun, untuk kematian Ayu tersebut, polisi masih melakukan pendalaman, apakah Ayu dibunuh, diracuni atau disebabkan karena hal lain.

"Intinya ini masih dugaan. Dan kami masih melakukan pendalaman. Karena untuk memastikan kami juga menunggu hasil visum dari rumah sakit," ucapnya.

3. Identitas Korban Sebagai pemandu lagu

Kapolsek Pakisaji, AKP Edi Purnama mengatakan, bahwa korban merupakan pemandu lagu di salah satu karaoke di wilayah Malang Raya.

Korban bernama Setia Nurmiati (21), warga RT 6 RW 1 Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Di kalangan keluarga korban dikenal dengan nama panggilan Ayu.

Identifikasi korban ini makin kuat ketika pihak keluarga juga mengkonfirmasi dengan datang langsung ke Polsek.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), untuk dilakukan autopsi

4. Yatim Piatu

Kisah latar belakang korban Ayu terungkap dari penjelasan keluarganya.

Kakak keponakan korban, Eko Hermansyah (30) mengatakan bahwa korban bernama Setia Nurmiati (21), warga RT 6 RW 1 Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

"Kalau di keluarga, panggilan korban adalah Ayu. Dan korban ini, belum menikah," tandasnya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun TribunJatim.com, korban merupakan yatim piatu. Dan hanya hidup bersama kakaknya yang bernama Reni dan neneknya saja.

Namun kakaknya tersebut sudah meninggalkan korban, karena telah berkeluarga. Selain itu diketahui juga, korban jarang berada di rumah.

5. Keluarga tahu dari  Media Sosial

Keluarga korban mengetahui peristiwa pembunuhan Ayu dari dari media sosial.

"Saya awalnya enggak tahu. Baru tahunya, setelah melihat di akun Komunitas Warga Wagir yang ada di Facebook," ujar Eko, kakak keponakan korban, Selasa (23/3/2021).

Ia menjelaskan, dari akun komunitas itu, dirinya melihat ada informasi pembunuhan.

"Informasi itu mengatakan, bahwa korbannya bernama Ayu. Terus ada keterangannya, punya kakak atau adik bernama Reni," tambahnya.

Dari situlah ia merasa bahwa jenazah korban tersebut, adalah salah satu anggota keluarganya. Kemudian ia langsung mendatangi rumah kakak korban yang bernama Reni.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat berjenis kelamin wanita tanpa busana ditemukan meninggal dunia pinggir jalan Raya Pepen Pakisaji, Kabupaten Malang pada Selasa sekitar pukul 15:15 WIB.

Korban ditemukan oleh seorang tukang sampah di dalam semak-semak. Ditubuh korban ditemukan luka tusuk di bagian perut.

Hingga berita ini diturunkan, Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap tabir kasus pembunuhan ini.

Sementara itu, jenazah wanita korban pembunuhan tersebut tengah berada di kamar mayat RSSA Kota Malang. (M Erwin / Kukuh)

Artikel ini telah tayang di Surya Malang dengan judul Cinta Diputus Sepihak, Ayu Pemandu Lagu di Malang Tergencet Roda Truk Lalu Disetubuhi Hingga Tewas

Sumber: Surya Malang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved