Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Update dan Fakta Kebakaran Kilang Pertamina Indramayu, 5 Desa Terdampak, 912 Orang Diungsikan

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), atas insiden ini sebanyak 912 jiwa diungsikan.

Tayang:
Editor: Kambali
Kompas.com/ALWI
Suasana kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu saat terbakar. Saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui dan sedang didalami pihak kepolisian. 

Pihak perusahaan belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, namun saat kejadian tengah turun hujan deras disertai petir.

Saat kejadian, empat warga yang tengah melintas membuatnya mengalami luka bakar dan langsung dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif di RSUD Indramayu.

Jalan menuju sekitar lokasi kejadian telah diblokade, serta warga sekitar diimbau tetap tenang dan menjauh dari lokasi kebakaran.

Tentang kilang minyak Pertamina Indramayu

Diberitakan sebelumnya, Kilang RU VI Balongan merupakan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero) dengan kegiatan bisnis utamanya adalah mengolah minyak mentah atau crude oil menjadi produk-produk bahan bakar minyak (BBM), non BBM, dan petrokimia.

Kilang yang mengolah minyak mentah Duri dan Minas yang berasal dari Provinsi Riau ini telah mulai beroperasi sejak 1994, dan terus dilakukan pengembangan.

Baca juga: Mengejutkan! Bom 500 Kilogram Ditemukan di Area Kilang Pertamina Balikpapan

Sampai saat ini, Kilang Balongan memproduksi bahan bakar jenis Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (minyak tanah), elpiji, hingga Propylene.

Produksinya terutama dipasok ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat, dan sekitarnya.

Pada 2018 kilang tersebut sudah mampu mepmroduksi bahan bakar penerbangan, avtur.

Lebih lanjut, beberapa waktu lalu Kilang Balongan resmi memulai proyek peningkatan kapasitas produksi, Crude Distillate Upgrading Project.

Proyek ini untuk meningkatkan produksi dari 125 million barel steam per day (MBSD) menjadi 150 MBSD.

Selain itu, proyek juga ditargetkan mampu menghasilkan naptha untuk proses lanjut dari 5,29 MBSD menjadi 11,6 MBSD.

Proyek yang dibangun oleh konsorsium PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering dan PT Enviromate Technology International itu diharapkan rampung pada Maret 2022. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kebakaran Kilang Pertamina Indramayu, 5 Desa Terdampak, 912 Orang Diungsikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved