Penjagaan Obyek Vital di Bali Diperketat Mencegah Aksi Terorisme Susulan
Pasca kejadian ledakan Bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan, jajaran personel TNI dari Kodim 1611 / Badung, memperketat penjagaan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kodim 1611/Badung memperkuat penjagaan di sejumlah obyek vital di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.
Hal tersebut dilakukan atas perintah Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Dandim 1611/Badung, I Made Alit Yudana, menyatakan, untuk di Provinsi Bali, khususnya di wilayah Badung dan Kota Denpasar, belum ditemukan adanya indikasi pergerakan dari jaringan terorisme tersebut.
Baca juga: PROMO Indomaret Mingguan Terakhir Hari Ini 30 Maret 2021, Minyak Goreng Rp 21 Ribuan Masih Ada
Namun, pihaknya terus mengantisipasi dengan meningkatkan kesigapan para personel Kodim dalam upaya mencegah adanya aksi terorisme susulan, seperti yang terjadi di Makassar.
"Belum ada, belum ada indikasinya. Karena memang kita selalu menerima laporan - laporan terkait hal tersebut, dan memang belum ada yang mengarah ke situ. Tapi kita akan selalu siap mengantisipasi untuk mencegah aksi - aksi serangan susulan yang mungkin bisa dimana saja terjadi," tegas Dandim melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Bali, Senin 29 Maret 2021 malam.
Pasca kejadian ledakan Bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan, jajaran personel TNI dari Kodim 1611 / Badung, memperketat penjagaan di sejumlah wilayah di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.
Sebelumnya, atas perintah Pangdam melalui Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, pihaknya telah menggelar pasukan untuk menjaga sejumlah obyek vital yang ada di wilayah Badung dan Kota Denpasar, khususnya di tempat - tempat ibadah guna menciptakan suasana kamtibmas yang lebih kondusif dan aman.
Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat itu memang tidak bisa diprediksi, sehingga dalam hal ini Kodim 1611/Badung berusaha untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala ancaman yang mungkin bisa saja terjadi setiap saat, serta juga mengajak masyarakat untuk tidak panik secara berlebihan dalam menanggapi isu- isu yang beredar.
"Yang penting dari kita adalah, bagaimana bisa untuk meningkatkan kewaspadaan. Dengan mengajak semua elemen masyarakat, untuk bergabung dalam menciptakan situasi yang lebih aman dan kondusif," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dandim-1611badung-intruksikan-pendisiplinan-prokes.jpg)