Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Melambung Tinggi, Harga Rute Bali-Jakarta Tembus Rp14 Juta Lebih, Kunjungan Wisdom Terancam Tertekan

Menurut Tulus, pada wilayah 3T, transportasi udara sering menjadi satu-satunya akses mobilitas masyarakat. 

Tayang:
Istimewa/Communication Bandara I Gusti Ngurah Rai
Suasana terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Melambung Tinggi, Harga Rute Bali-Jakarta Tembus Rp14 Juta Lebih, Kunjungan Wisdom Terancam Tertekan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan kebijakan menaikkan batas maksimal fuel surcharge hingga 50 persen dari tarif batas atas. 

Kebijakan ini ditempuh menyusul melonjaknya harga avtur akibat meningkatnya tensi geopolitik global. 

Akibatnya harga tiket pesawat melambung tinggi.

Berdasarkan evaluasi harga avtur yang ditetapkan penyedia bahan bakar penerbangan per 1 Mei 2026 lalu, harga avtur rata-rata tercatat sebesar Rp 29.116 per liter, Badan Usaha Angkutan Udara niaga berjadwal dalam negeri dapat menerapkan biaya tambahan (fuel surcharge) maksimal sebesar 50 persen dari tarif batas atas sesuai kelompok layanan. 

Baca juga: Gandeng ICAO dan Kemenhub, Bandara  Ngurah Rai Tingkatkan Standar Keamanan

Penerapan fuel surcharge tersebut dapat diberlakukan oleh maskapai penerbangan mulai tanggal 13 Mei 2026 lalu.

Politisi sekaligus Advokat Bali, Gede Pasek Suardika (GPS) meluapkan kekesalannya terkait tingginya kenaikan harga tiket pesawat saat ini. 

Ia menuliskan penerbangan Bali-Jakarta dari Rp 1,8 sampai Rp 2,2 juta-an untuk ekonomi, dan bisnisnya Rp 4 juta-an sampai Rp 14,4 juta sekali terbang. 

Sedangkan tiket pesawat maskapai Lion, Citilink, Air Asia, NAM Air, Super Air Jet kini seharga promo Garuda. Tiket ekonomi Garuda lebih tinggi dari bisnisnya Batik Air.

Pasek menuliskan nasib pariwisata Bali khususnya wisatawan domestik menjadi taruhan karena orang enggan berangkat berlibur dengan biaya setinggi itu. 

“Sekarang tiket pesawat sudah tidak terkendali,” tulis GPS dalam unggahan sosial media Facebook miliknya.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Bali di salah satu Online Travel Agency (OTA) terkemuka, untuk harga tiket penerbangan domestik rute Bali-Jakarta termurah berada di kisaran Rp 1,6 juta kelas ekonomi, pada 20 Mei 2026. 

Harga tiket tersebut keberangkatan malam hari dilayani Lion Air. 

Kelas bisnis untuk Batik Air dan Garuda Indonesia sekali jalan rute dan tanggal yang sama terpantau mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 14 juta lebih.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai kebijakan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga tiket pesawat, yang pada akhirnya dapat menekan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi udara. 

Ia menyebut, kenaikan fuel surcharge merupakan kebijakan yang dilematis karena maskapai juga menghadapi tekanan biaya operasional akibat mahalnya avtur.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved