Update Serangan ke Gedung Capitol AS, Polisi Washington Ungkap Identitas Pelaku
Sejumlah sumber mengidentifikasi tersangka pelaku penyerangan Noah Green terkait dengan gerakan Nation of Islam.
TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC - Beberapa jam pascaserangan ke Gedung Capitol AS, polisi di Washington DC mengungkap identitas terduga pelaku.
Orang itu menabrakkan mobilnya ke dua petugas Kepolisian Capitol, dan menyerang mereka menggunakan pisau. Dia kemudian ditembak mati aparat penegak hukum.
Seorang korban bernama William Evans yang meninggal di rumah sakit.
Baca juga: Inilah Enam Serangan ke Gedung Capitol AS Sejak Tahun 1971
Baca juga: Dua Orang Tewas Dalam Serangan ke Gedung Capitol Amerika, Presiden Biden Merasa Hancur
Polisi senior kepada NBC News mengatakan, pelaku penyerangan gedung bersejarah itu asal Indiana bernama Noah Green.
Masih minim informasi soal sosok Noah Green. Aparat berwenang tengah menyelidiki motifnya melakukan serangan ke Gedung Capitol.
Laki-laki berumur 25 tahun itu dilaporkan tinggal di Covington, Virginia. Dia berstatus mahasiswa Universitas Negara Bagian Florida.
Pada akun Facebooknya,ada foto Noah Green memakai topi American Football dan dikabarkan mempunyai sejumlah masalah.
Sejauh ini Noah Green tidak masuk dalam catatan kejahatan polisi lokal maupun Kepolisian Capitol, sehingga diyakini serangannya tak ada kaitan dengan terorisme.
Karena itu dilansir Sky News Jumat 2 April 2021, aparat bakal mencoba "mencermati sosoknya" berbekal identitas di media sosial dan catatan telepon.
Koresponden Sky News Alex Rossi berujar, penegak hukum bakal mengamati siapa temannya, atau dengan siapa dia berbicara beberapa hari sebelum serangan.
Menurut Penjabat Kepala Polisi Capitol Yogananda Pittman, Noah Green menabrakkan mobilnya ke arah dua petugas sebelum menghantam pembatas.
Setelah itu dia keluar dari mobil, dan secara agresif menyerang dua korban dengan pisau.
"Jelas ini adalah seseorang yang bertingkah berusaha menerjang apapun dan siapapun," kata Kepala Polisi Washington DC, Robert Conti.
Mantan agen rahasia CIA Michael Baker menyatakan, bakal banyak spekulasi mengenai motif Green menyerang Gedung Capitol. Dia memprediksi bakal ada "lompatan kesimpulan" bahwa Green merupakan seorang pendukung sayap kanan.
Namun, Baker juga memprediksi bisa saja Green mengalami masalah kejiwaan jika melihat waktu serangannya.
Sebab, Gedung Capitol yang dipakai oleh Kongrers AS bersidang tengah memasuki masa reses, sehingga tak ada politisi di dalamnya.
Pengikut Nation of Islam
Sementara sejumlah sumber mengidentifikasi Noah Green terkait dengan gerakan Nation of Islam.
Melansir The New York Times, Nation of Islam merupakan gerakan nasionalis-religus kulit hitam yang berjuang untuk kaum Afrika-Amerika.
Beberapa sumber mengatakan kepada Fox News bahwa serangan itu tampaknya merupakan serangan lone wolf.
Tersangka mengidentifikasi dirinya sebagai pengikut Nation of Islam di Facebook. Akun Facebook yang cocok dengan Green kini telah dihapus oleh Facebook.
Facebook mengatakan, pihaknya sedang bekerja dengan penegak hukum dan telah menghapus profil tersebut di bawah kebijakan "Individu dan Organisasi Berbahaya"
Mengutip The New York Times, Green meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) setelah ditembak oleh polisi di Capitol Hill.
Melalui Facebook, Green telah mengunggah pidato dan artikel yang ditulis oleh Louis Farrakhan dan Elijah Muhammad. Keduanya mantan pemimpin Nation of Islam.
Noah Green membuat unggahan di Facebook tentang perjuangan pribadinya terutama selama pandemi Covid-19.
“Sejujurnya, beberapa tahun terakhir ini sangat sulit, dan beberapa bulan terakhir ini lebih sulit,” tulis Green.
“Saya telah diuji dengan beberapa cobaan terbesar dalam hidup saya. Saat ini saya menganggur, setelah saya meninggalkan pekerjaan saya, sebagian karena kesengsaraan,” demikian Green.
Ikuti berita terkait Gedung Capitol AS
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudulIdentitas Terduga Pelaku Penyerangan Gedung Capitol Terkuak, Ini Sosoknya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/noah-green-capitol.jpg)